Gaikindo: Penjualan Mobil Tembus 436.564 Unit, Tumbuh 15,8% di Semeester I-2026
JAKARTA, investortrust.id – Gabungan Industrik Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatatkan kinerja positif industri otomotif Indonesia sepanjang semester I-2026. Penjualan mobil domestik mencapai 436.564 unit atau tumbuh 15,8%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan daya saing industri otomotif nasional tetap terjaga. “Berdasarkan data terbaru yang tercatat di Gaikindo, pasar otomotif domestik mencatat kinerja yang sangat baik sepanjang Januari hingga Juni 2026. Penjualan mobil di dalam negeri berhasil mencapai 436.564 unit atau tumbuh sekitar 15,8%,” kata Putu dalam konferensi pers GIIAS 2026 di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Baca Juga
Pertumbuhan juga dicatatkan ekspor otomotif nasional. Hingga Juni 2026, ekspor mobil utuh (CBU) mencapai 251.705 unit atau naik 7,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja paling menonjol terjadi pada ekspor komponen otomotif. Pengiriman komponen ke berbagai negara melonjak 112,9% menjadi 25.718.510 pieces, menandakan semakin kuatnya peran Indonesia dalam rantai pasok industri otomotif global.
Putu menambahkan, pertumbuhan tersebut turut ditopang peningkatan produksi kendaraan roda empat di dalam negeri. "Pada kuartal I 2026, produksi kendaraan nasional tumbuh 14% secara tahunan. Ini prestasi kita, catatan yang sangat mengesankan pada kondisi ekonomi yang tidak mudah. Jadi industri otomotif kita cukup berhasil berkinerja baik,” ujarnya.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Dinilai Undervalued, Sekuritas Ini Ungkap Potensi Cuan hingga 243%
Menurut Putu, capaian tersebut menjadi modal kuat menjelang penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus di ICE BSD City, Tangerang. Pameran itu diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan pasar sekaligus menarik investasi baru ke sektor otomotif.
Ia menegaskan Gaikindo terus mendorong para agen pemegang merek memperkuat produksi kendaraan di dalam negeri. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat struktur industri nasional, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan ekspor kendaraan dan komponen ke pasar global. “Indonesia bukan sekadar pasar penjualan, tetapi juga tempat yang sangat strategis membangun industri kendaraan di masa depan,” tutupnya.
