Kinerja Emiten Rumah Sakit Tetap Solid, Intip Target Harga Saham MIKA, HEAL, dan SILO Berikut
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kinerja keuangan emiten rumah sakit akan tetap kuat pada kuartal II-2026, ditopang ekspektasi stabilnya pertumbuhan jumlah pasien serta peningkatan efisiensi operasional. Harga saham emiten rumah sakit saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental tersebut.
Hal in mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor rumah sakit dalam riset terbarunya. Saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) tetap menjadi pilihan utama (top pick) berkat prospek laba yang dinilai paling tangguh, profitabilitas tinggi, dan valuasi yang menarik.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi mengatakan, laba bersih emiten rumah sakit pada kuartal II-2026 diprediksi bertumbuh sekitar 19% secara tahunan (year on year/yoy). Hingga semester I-2026, laba bersih sektor diproyeksikan telah mencapai sekitar 46% dari estimasi laba sepanjang 2026 atau sejalan dengan pola musiman historis.
Baca Juga
Eskalasi Baru Konflik AS-Iran, Perebutan Kendali Selat Hormuz Kian Memanas
Prospek tersebut didukung oleh volume pasien yang tetap kuat sepanjang kuartal kedua. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan (channel check), jumlah hari kerja yang lebih banyak pada kuartal II-2026 turut menopang aktivitas layanan kesehatan.
BRI Danareksa memperkirakan volume pasien meningkat sekitar 3% secara kuartalan (quarter on quarter/qoq) dan 5% secara tahunan, sementara intensitas pendapatan dan margin operasional diperkirakan relatif stabil, dibandingkan kuartal sebelumnya.
Secara emiten, Wilastita mengatakan, MIKA diperkirakan membukukan laba bersih semester I-2026 sebesar 45% dari estimasi laba penuh tahun 2026, sejalan dengan konsensus. Sementara itu, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) diproyeksikan mencapai sekitar 45% dari estimasi internal dan 42% dari consensus dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan mencapai 47% dari estimasi internal dan 48% dari konsensus.
Selain pertumbuhan volume pasien, BRI Danareksa menilai peningkatan produktivitas menjadi faktor penting yang menopang prospek kinerja emiten rumah sakit sepanjang tahun ini.
Baca Juga
Medikaloka Hermina (HEAL) Bagi Dividen meski Laba 2025 Tergelincir
MIKA terus memperkuat layanan dengan kompleksitas tinggi, SILO menjalankan inisiatif hospital of the future serta memperluas perekrutan dokter spesialis. Sedangkan HEAL memperkuat inisiatif komersial melalui kemitraan strategis dan model operatorship. “Langkah-langkah tersebut diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan laba hingga semester II-2026,” tulisnya.
Di sisi lain, BRI Danareksa menilai pelemahan harga saham sektor rumah sakit sepanjang tahun ini belum mencerminkan fundamental perusahaan yang tetap solid. Berdasarkan data sepanjang tahun berjalan, harga saham MIKA telah terkoreksi sekitar 29%, SILO turun 21%, dan HEAL melemah 34%. Koreksi tersebut juga diikuti aksi jual investor asing mencapai Rp 516 miliar.
Menurut BRI Danareksa, valuasi MIKA dan HEAL kini diperdagangkan jauh di bawah rata-rata valuasi lima tahun berdasarkan rasio EV/EBITDA, sedangkan SILO juga berada pada level diskon yang lebih moderat.
Baca Juga
Siloam Asri Sukses Lakukan Transplantasi Ginjal Robotik Pertama di Indonesia
Dengan prospek laba yang tetap kuat, BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi beli ketiga emiten rumah sakit tersebut dengan target harga MIKA Rp 3.300 per saham, SILO Rp 2.850 per saham, dan HEAL Rp 1.550 per saham.
“MIKA menjadi pilihan utama karena memiliki profil pertumbuhan laba paling tangguh di antara emiten sejenis, tingkat profitabilitas yang sehat dengan proyeksi return on equity (ROE) 19,8%, serta valuasi yang dinilai menarik pada kisaran 9,7 kali EV/EBITDA,” tulisnya.
Meski demikian, BRI Danareksa mengingatkan sejumlah risiko yang dapat memengaruhi prospek sektor, antara lain pertumbuhan volume pasien yang lebih rendah dari perkiraan, melemahnya intensitas pendapatan, serta kebijakan rujukan BPJS yang lebih ketat.
