Meski IHSG Merosot, Kinerja Reksa Dana Indeks Diproyeksi Tetap Moncer
JAKARTA, investortrust.id – Chief Executive Officer (CEO) PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment) Guntur Putra memproyeksikan kinerja reksa dana indeks akan tumbuh baik di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini.
Sentimen positif untuk reksa dana indeks bersumber dari strategi investasi yang terdiversifikasi secara otomatis. Diversifikasi ini mencerminkan kinerja indeks acuan dan biaya manajemen yang relatif rendah.
“Menurun saya, belum tentu semua reksa daa indeks akan mengalami penurunan. Kinerja (produk reksa dana indeks) akan cukup bervariasi tergantung dengan indeks acuan yang diterapkan di masing-masing reksa dana indeks,” ungkap Guntur kepada investortrust.id, Selasa (3/4/2024).
Ia menambahkan, reksa dana indeks masih menjadi salah satu pilihan yang diminati oleh sebagian nasabah sebab adanya transparansi, kemudahan diversifikasi portofolio secara otomatis, biaya yang lebih rendah dari reksa dana lain, dan kinerja yang mengikuti kinerja indeks acuan.
Baca Juga
Mengenal Reksa Dana, Instrumen yang Direkomendasikan untuk Investor Pemula
“Dan yang lebih penting, mayoritas reksa dana aktif yang berbasis saham secara kinerja juga kebanyakan di bawah dari kinerja broad market index, seperti FTSE Indonesia, MSCI indo, IHSG, LQ45 dan juga IDX30,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, kinerja reksa dana indeks yang dikelola oleh Pinnacle Investment seperti Pinnacle FTSE Indonesia Index ETF/Tiker Bursa XPFT tercatat cukup baik dan relatif stabil di tengah pergerakan volatilitas indeks acuan.
Dibandingkan dengan index acuan lain seperti IHSG, IDX30, LQ45, dan MSCI Indonesia, Guntur menjelaskan, kinerja Pinnacle FTSE Indonesia secara YTD masih mencatatkan kinerja positif. Per akhir Maret 2024, return Pinnacle FTSE Indonesia mencapai 5.52%, jauh melampaui IHSG (0.22%), IDX30 (1.20%), LQ45 (1.59%), dan MSCI Indonesia Index (3.04%).
Pinnacle menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) dari produk reksa dana Pinnacle FTSE Indonesia Index ETF akan di atas Rp 500 Miliar tahun ini. Untuk mencapai target AUM tersebut, Pinnacle mendorong pemasaran yang lebih agresif untuk menarik minat investor. Sejalan dengan itu, Pinnacle berupaya meningkatkan kualitas layanan pada nasabah, dan pengembangan produk-produk inovatif yang memenuhi kebutuhan investor.
“Selain itu, terus memantau perubahan dalam komposisi indeks acuan dan melakukan penyesuaian portofolio secara tepat waktu juga menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kinerja reksa dana indeks,” pungkasnya.
Baca Juga
Ingin Cuan dan Aman di Reksa Dana? Infovesta Berikan Tips Ini

