Reksa Dana Terbaik 2024, 63 Reksa Dana Raih ”Best Mutual Fund Awards 2024”
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 63 produk reksa dana yang dikelola 25 manajer investasi (MI) meraih “Best Mutual Fund Awards 2024”. Penghargaan diberikan atas kerjasama media online investortrust.id dengan Lembaga pemeringkat reksa dana, Infovesta Utama.
Ke-63 produk reksa dana yang meraih penghargaan merupakan gabungan dari berbagai jenis reksa dana, dengan periode waktu penilaian 1 tahun, 3 tahun, serta 5 tahun. Khusus untuk reksa dana saham menggunakan periode penilaian 3 tahun, 5 dan 10 tahun.
Sebanyak 12 penghargaan diberikan untuk reksa dana campuran, 12 penghargaan untuk reksa dana ETF Indeks, lalu reksa dana pasar uang 12 penghargaan, RD Pendapatan Tetap Rupiah 12 produk, reksa dana pendapatan tetap dolar 3 penghargaan, serta reksa dana saham 12 penghargaan.
“Industri reksa dana sedang menghadapi tantangan untuk memberikan return optimal bagi pemegang unit dalam beberapa tahun terakhir, karena fluktuasi pasar yang cukup tajam. Apresiasi patut diberikan untuk 63 produk reksa dana dari 25 manager investasi yang masih mampu mencatat kinerja positif di tengah tantangan tersebut,” ujar CEO Investortrust, Primus Dorimulu.
Untuk meraih predikat sebagai Best Mutual Fund 2024, tiap produk reksa dana harus memenuhi kriteria penilaian yang dirumuskan Infovesta. Selain itu, produk tersebut juga harus teruji dari sisi ketepatan strategi dan fleksibilitas pengelolaan sebagaimana diterapkan para manajer investasi.
Kepiawaian masing-masing Manajer Investasi dalam mengelola reksa dana direspons para investor sebagai pemegang unit. Penentuan peraih penghargaan menggunakan bobot 70% untuk aspek kinerja dan 30% untuk aspek pertumbuhan Unit Penyertaan (UP). Setelah melalui proses seleksi yang ketat, 63 reksa dana dari 25 MI ditetapkan meraih Best Mutual Fund Awards 2024.
Jumlah penghargaan yang diraih 25 manajer investasi (MI) tahun ini bervariasi. Ada MI yang meraih hingga 6 penghargaan dan ada 10 MI yang meraih masing-masing satu penghargaan. Apresiasi diberikan untuk PT Insight Investments Management yang memborong 7 penghargaan disusul PT Sucorinvest Asset Management 6 penghargaan, dan PT Henan Putihrai Asset Management 5 penghargaan. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT Sinarmas Asset Management dan PT Trimegah Asset Management masing-masing meraih 4 penghargaan. Selanjutnya ada 5 manajer investasi yang meraih 3 penghargaan, 4 manajer investasi yang meraih 2 penghargaan serta 10 manajer investasi masing-masing meraih satu penghargaan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), Afifa, mengapresiasi jumlah investor di Indonesia saat ini sudah mencapai 11 juta orang. Namun, ia juga menyayangkan karena literasi finansial masyarakat Indonesia masih rendah.
Afifa memaparkan total asset under management (AUM) reksa dana Indonesia tahun 2023 sebesar Rp 825 triliun. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan AUM sejumlah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Hal ini lantas disayangkan oleh Afifa, mengingat produk domestik bruto (PDB) Indonesia lebih besar ketimbang negara tersebut. Apalagi Indonesia punya bonus demografi, dan jumlah middle class di negara ini mencapai 54 juta orang.
“Middle class Indonesia 54 juta orang. Itu 20% dari jumlah populasi kita. Dan tentunya di middle class ini punya kebutuhan investasi. Dan itu bisa kita bantu dengan solusi di reksa dana. Jadi potensinya masih besar. Tapi memang PR-nya itu di literasi,” kata Afifa dalam acara Investortrust-InfoVesta Best Mutual Fund Awards 2024 di Jakarta, Rabu, (27/3/2024).
Sementara itu Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito optimistis industri reksa dana di Tanah Air dapat mengejar asset under management (AUM) Rp 1.000 triliun. Namun diungkap Parto, setidaknya terdapat tantangan utama yang dihadapi industri reksa dana dalam mengejar target tersebut.
Menurut Parto Kawito, tantangan pertama ialah meningkatkan literasi investor itu sendiri. Terlebih saat ini di tengah era disrupsi dimana investor dapat mendapatkan input informasi dari manapun. "Literasi meningkat, harapannya investasi (meningkat), ya ujungnya pertambahan AUM," ucap Parto usai menghadiri Investortrust Best Mutual Fund 2024 di Aryaduta Hotel, Jakarta, Rabu (27/3/2024).
INDIKATOR PENILAIAN
Sebelum ditetapkan sebagai reksa dana terbaik, produk yang dinilai harus memenuhi sejumlah persyaratan. Reksa dana yang ikut diperingkat minimal berusia 2 tahun per 30 Desember 2023. Kategori produknya meliputi reksa dana jenis saham, campuran, pendapatan tetap, pasar uang, indeks, atau ETF (Exchange Traded Fund).
Reksa dana tersebut juga harus dalam denominasi rupiah, dengan pengecualian untuk reksa dana pendapatan tetap. Bukan reksa dana syariah. Tidak membagikan dividen. Minimal memiliki dana kelolaan sebesar Rp 10 miliar per 30 Desember 2023. Tahun ini, produk reksa dana yang memenuhi kriteria pemeringkatan sebanyak 648 reksa dana dari data akhir 2023 sebanyak 1.184 produk reksa dana.
Seluruh reksa dana tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap denominasi rupiah, pendapatan tetap denominasi US Dollar, dan reksa dana pasar uang. Reksa dana indeks dan ETF dikelompokkan dalam kategori saham atau pendapatan tetap sesuai dengan alokasi portofolio dominannya. Reksa dana Indeks dan ETF pasif dimasukkan pada kelompok tersendiri. Periode penilaian, terdiri dari 4 kategori, yaitu 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun. Sedangkan untuk jenis reksa dana saham menggunakan periode 3, 5 dan 10 tahun.
Untuk kelas AUM, terdiri atas 4 kategori, yaitu Rp10 miliar – Rp100 miliar, Rp 100 miliar – Rp 500 miliar, Rp 500 miliar – Rp 1 triliun, serta di atas Rp 1 triliun. AUM dilihat berdasarkan posisi per akhir Desember 2023. Apabila dalam satu kelompok terdapat kurang dari 5 reksa dana, maka akan digabungkan ke kelompok di atas atau di bawahnya. Kategori ini tidak berlaku bagi reksa dana jenis pendapatan tetap berdenominasi USD dan reksa dana jenis campuran.
Profil risiko (khusus untuk reksa dana jenis campuran), terdiri dari 3 kategori dibagi berdasarkan rata-rata bulanan alokasi portfolio pada saham selama periode penilaian, yaitu, agresif, dengan rata-rata > 60%. Moderat, dengan rata-rata 41 – 60%, dan risiko konservatif rata-rata < 41%.

