Gejolak Timur Tengah Tekan Bitcoin, Likuidasi Kripto Tembus US$ 372 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin kembali berada di bawah tekanan setelah anjlok 3,5% ke level US$61.481, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu aksi jual di pasar aset berisiko. Penurunan tersebut sekaligus mengakhiri reli Bitcoin sepanjang Juli dan menyeret kapitalisasi pasar aset kripto terbesar itu turun sekitar US$40 miliar.
Menilik data Coinmarketcap, Kamis (9/7/2026) pukul 05.40 WIB, pasar aset kripto masih berada dalam tekanan pada perdagangan terbaru. Kapitalisasi pasar kripto global turun 1,63% menjadi US$2,15 triliun, seiring pelemahan harga sejumlah aset digital utama dan masih tingginya kehati-hatian investor.
Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level US$62.236,33, melemah 2,12% dalam 24 jam terakhir, meski masih mencatat kenaikan 2,95% dalam sepekan. Sementara itu, Ethereum (ETH) berada di US$1.738,03, turun 2,17% harian, namun masih menguat 7,11% dalam tujuh hari terakhir. Di sisi lain, BNB juga terkoreksi 2,00% dalam 24 jam ke posisi US$567,17.
Tekanan di pasar turut tercermin dari CoinMarketCap 20 Index (CMC20) yang turun 2,11% ke level 127,23. Indeks tersebut merepresentasikan kinerja aset-aset kripto berkapitalisasi besar, sehingga penurunannya mengindikasikan pelemahan yang terjadi secara luas di pasar. Sementara itu, indikator Crypto Fear & Greed Index berada di level 26, yang masih berada dalam kategori Fear. Kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian dan tekanan jual.
Meski demikian, indikator Altcoin Season Index berada di level 52 dari 100, mengindikasikan belum adanya dominasi yang kuat antara Bitcoin maupun altcoin dalam memimpin pergerakan pasar.
Baca Juga
Pasar Kripto Melemah Jelang Rilis Inflasi AS, Pelaku Pasar Waspadai Arah Suku Bunga The Fed
Tekanan di pasar kripto terjadi setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakhiri pengecualian sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Kebijakan tersebut, ditambah meningkatnya risiko gangguan jalur pelayaran di kawasan Timur Tengah, mendorong harga minyak dunia menembus US$80 per barel dan memicu kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya tekanan inflasi.
Kondisi tersebut memperkecil ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed), sehingga memicu aksi keluar dari aset-aset berisiko, termasuk kripto.
Selain dipicu sentimen makro, tekanan jual juga diperparah oleh faktor teknikal. Bitcoin menembus level psikologis US$62.000, yang selama ini dipandang sebagai area dukungan (support) jangka pendek. Penembusan level tersebut memicu meningkatnya aksi ambil untung investor jangka pendek serta likuidasi posisi beli (long) yang menggunakan leverage.
Secara keseluruhan, pasar kripto mencatat likuidasi sekitar US$372 juta, dengan sebagian besar berasal dari posisi long. Tekanan tersebut mempercepat pelemahan harga Bitcoin dan memperburuk sentimen di pasar aset digital.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak Usai AS Blokir Ekspor Iran, Waspadai Tekanan bagi Bitcoin
Analis menilai level US$62.000 kini menjadi area penting yang perlu dicermati. Apabila Bitcoin mampu kembali diperdagangkan secara konsisten di atas level tersebut, pelemahan saat ini berpotensi hanya menjadi koreksi jangka pendek.
Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut dan Bitcoin bertahan di bawah US$62.000, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada area US$60.000 sebagai level dukungan berikutnya. Pergerakan volume perdagangan dalam beberapa sesi mendatang akan menjadi indikator penting untuk menentukan apakah tekanan jual masih akan berlanjut.
Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah serta data ekonomi Amerika Serikat dalam beberapa waktu ke depan. Meredanya ketegangan berpotensi membuka ruang pemulihan harga Bitcoin, namun selama risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter masih tinggi, volatilitas di pasar aset digital diperkirakan tetap berlanjut.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini
