Bagikan

Bitcoin Melemah Hampir 6% Sepekan di Tengah Lonjakan Likuidasi

Poin Penting

Bitcoin turun di bawah US$77.500 setelah melemah 5,92% dalam sepekan, dipicu tekanan makroekonomi global dan aksi jual di pasar kripto.
Gelombang likuidasi besar terjadi di pasar derivatif dengan total posisi leverage yang terhapus mencapai sekitar US$527 juta dalam kurang dari satu jam, didominasi posisi long.
ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih sekitar US$1 miliar dalam sepekan, dipicu kekhawatiran inflasi AS dan berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin turun di bawah level US$ 77.500 di tengah meningkatnya tekanan makroekonomi global dan derasnya arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Senin (18/5/2026) pagi waktu Asia, Bitcoin diperdagangkan di level US$ 77.445 atau melemah 0,96% dalam 24 jam terakhir dan turun 5,92% secara mingguan.

Penurunan tersebut menghapus sekitar US$ 4.118 dari puncak mingguan Bitcoin di level US$ 82.023 yang tercapai pada 11 Mei lalu. Koreksi harga juga memicu gelombang likuidasi besar di pasar derivatif kripto.

Data pasar menunjukkan sekitar US$ 527 juta posisi leverage terlikuidasi dalam waktu kurang dari satu jam pada 17 Mei, dengan posisi long menjadi penyumbang terbesar tekanan jual. Dalam periode 24 jam hingga 18 Mei, total likuidasi tercatat mencapai US$ 129,99 juta, sekitar 92,2% di antaranya berasal dari posisi long.

Baca Juga

Jelang Bitcoin Pizza Day 22 Mei, INDODAX Nilai Kripto Tak Lagi Sekadar Eksperimen

Secara teknikal, Bitcoin kini berada dalam area support krusial di kisaran US$ 77.000 hingga US$ 78.000. BTC sempat menyentuh level terendah sekitar US$ 76.735 sebelum kembali bergerak di area pertengahan US$ 77.000. Pelaku pasar menilai level support berikutnya berada di area US$ 75.200 dan US$ 69.000, sementara resistance kuat masih bertahan di atas US$ 82.500.

Tekanan terhadap Bitcoin dipicu data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan pasar serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat dan mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Baca Juga

Komite Perbankan Senat AS Loloskan RUU Clarity, Bitcoin dan Saham Aset Digital Reli

Sentimen negatif juga datang dari arus dana institusional. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar bersih sekitar US$ 1 miliar selama pekan yang berakhir 15 Mei 2026, sekaligus mengakhiri tren arus masuk selama enam pekan berturut-turut. Dana tersebut tercatat kehilangan sekitar 14.000 BTC dalam periode tersebut.

Beberapa ETF utama mengalami penarikan besar, termasuk IBIT milik Blackrock sebesar US$ 136,2 juta, ARKB sebesar US$ 52,5 juta, serta GBTC, FBTC, dan BITB yang turut mencatat arus keluar signifikan. Meski demikian, IBIT masih membukukan arus masuk harian sebesar US$ 144,1 juta pada 15 Mei dan meningkatkan total aset kelolaan menjadi sekitar US$ 66,7 miliar, menandakan minat institusional terhadap Bitcoin belum sepenuhnya hilang.

Tekanan di pasar kripto juga berdampak luas terhadap aset digital lainnya. Nilai kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan menyusut lebih dari US$ 100 miliar dalam satu hari seiring pelemahan Bitcoin yang menyeret altcoin dan memperbesar tekanan likuidasi di pasar leverage.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024