PEFINDO Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat pada Semester II-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami moderasi pada semester II-2026 di tengah tekanan inflasi, suku bunga yang tinggi, dan pelemahan sektor manufaktur.
Head of Economic Research Division PEFINDO Suhindarto mengatakan, meski fundamental ekonomi Indonesia masih tergolong solid, laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak akan setinggi capaian pada kuartal I-2026.
Baca Juga
PEFINDO: Suku Bunga Berpotensi Naik Lagi, Yield Obligasi Diperkirakan Tetap Tinggi
"Kalau kita lihat kemungkinan dalam beberapa kuartal ke depan terjadi moderasi pertumbuhan ekonomi yang bisa saja tidak tumbuh setinggi di kuartal satu lalu, dan kalau diiringi dengan kenaikan inflasi ini bisa akhirnya membuat tekanan pada aktivitas dunia usaha mengalami peningkatan dan akhirnya kalau demikian maka kebutuhan pembiayaan mereka juga akan relatif berkurang," kata Suhindarto dalam paparan media forum PEFINDO secara daring, Rabu (8/7/2026).
Menurut dia, salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah pelemahan sektor manufaktur. Hal tersebut tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia yang turun menjadi 46,90 poin pada Juni 2026 dari 50 poin pada Mei 2026. "Nah ini terlihat dari kondisi PMI Manufacturing Indonesia yang dirilis oleh S&P Global per Juni kemarin mengalami kontraksi yang cukup dalam dan kalau kita lihat selama tiga bulan terakhir memang kondisinya tidak dalam kondisi yang ekspansif," ujarnya.
Baca Juga
Indonesia dan India Luncurkan ION, Tonggak Baru Ekonomi Digital Terbuka
Suhindarto menilai perlambatan sektor manufaktur berpotensi memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian karena industri tersebut merupakan salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Oleh karena itu, perkembangan sektor riil pada kuartal II dan semester II-2026 perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi aktivitas dunia usaha dan kebutuhan pembiayaan perusahaan.
