IMF Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2025 Melambat
JAKARTA, investortrust.id - International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan global pada 2025 dan 2026 sebesar 3,3%. Proyeksi ini di bawah rata-rata pertumbuhan global sejak 2000 sampai 2019 yang tercatat mencapai 3,7%.
Perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk 2025 tersebut tidak berubah dari proyeksi yang disampaikan IMF pada Oktober 2024. "Kondisi ini karena IMF melihat kebijakan fiskal yang terkini. Proyeksi tersebut juga menggabungkan perkembangan pasar terkini dan dampak meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan,” papar IMF dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Januari 2025, dikutip Senin (20/1/2025).
Baca Juga
Kemitraan Strategis Indonesia-India Perkuat Perdagangan dan Kerja Sama Politik
Proyeksi Harga Komoditas
IMF memproyeksikan harga komoditas energi menurun sebesar 2,6% pada 2025, terutama lantaran pelemahan harga minyak mentah. Ini karena permintaan Cina yang lemah dan pasokan yang kuat dari negara-negara di luar OPEC+.
"Untuk harga gas naik. Ini akibat dari cuaca dan perkiraan gangguan pasokan dari Timur Tengah," tulisnya.
Harga komoditas non-BBM diperkirakan akan meningkat sebesar 2,5% pada 2025. Hal ini lantaran revisi ke atas pada harga pangan karena cuaca buruk.
"Sedangkan suku bunga kebijakan moneter bank sentral diperkirakan akan terus menurun. Sedangkan sikap kebijakan fiskal diperkirakan akan semakin ketat, selama 2025/2026, di negara maju termasuk Amerika Serikat dan di negara-negara berkembang,” tulis laporan tersebut.
Baca Juga
Harga Emas Turun Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah, Investor Fokus Pelantikan Trump
Pertumbuhan Ekonomi AS Membaik
IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan membaik. Lembaga di bawah PBB ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS akan mencapai 2,7% pada 2025. Angka ini 0,5 poin persentase lebih tinggi dari perkiraan Oktober 2024.
Sementara itu, di Kawasan Euro, pertumbuhan diperkirakan meningkat, dengan kecepatan yang lebih bertahap. Ketegangan geopolitik di kawasan ini menjadi salah satu beban yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Secara rata-rata, pertumbuhan ekonomi di Eropa diperkirakan sebesar 1,4% pada 2025 dan 1,7% pada 2026.
IMF juga merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Cina. IMF memperkirakan pada 2025, pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 4,6% dari proyeksi sebelumnya 4,5%.
Revisi ini mencerminkan dampak ekonomi dan paket fiskal Cina yang diumumkan pada November 2024. Langkah itu mengimbangi dampak penurunan investasi, hambatan pasar properti, dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan.
"Pada 2026, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 4,5%, karena dampak ketidakpastian kebijakan perdagangan dan meningkatnya usia pensiun," paparnya.
Sementara itu, perekonomian India diproyeksikan tumbuh solid sebesar 6,5% pada 2025 dan 2026. IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2024. Sedangkan pada 2025 dan 2026, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5,1%.

