IMF Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,1% di 2025
JAKARTA, investortrust.id - International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2024 dan 5,1% pada 2025.
Proyeksi ini di bawah target pertumbuhan ekonomi dalam asumsi makro APBN 2024 dan APBN 2025 yang sebesar, masing-masing, 5,2%.
Selain memperkirakan pertumbuhan ekonomi, IMF juga menyebut inflasi Indonesia masih dalam kisaran 2,5% plus minus 1%. IMF menyebut, pada tahun ini dan mendatang, inflasi tercatat sebesar 2,5%.
Dalam laporan berjudul World Economic Outlook yang dirilis, IMF menjelaskan perubahan kondisi moneter global meredakan tekanan pada ekonomi pasar berkembang. Kondisi ini memberikan penguatan terhadap nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dolar AS disertai kondisi keuangan yang membaik.
Baca Juga
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi, Kurs Rupiah Melemah Rabu Pagi
IMF mengatakan kondisi global tersebut membantu mengurangi tekanan inflasi impor, yang memungkinkan negara-negara ini untuk lebih mudah mengejar jalur disinflasi mereka sendiri.
“Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci,” demikian IMF dalam laporannya yang dikutip Rabu (23/10/2024).
IMF menyebut negara-negara berkembang perlu mewaspadai bangkitnya tekanan inflasi karena harga pangan yang tinggi. “Lebih jauh, kita sekarang telah memasuki dunia yang didominasi oleh gangguan pasokan, akibat perubahan iklim, kesehatan, dan geopolitik,” tulis IMF.
IMF juga mewanti-wanti, negara-negara berkembang akan kesulitan menjaga kebijakan moneter karena menghadapi stabilitas harga. Kondisi ini bersamaan dengan peningkatan harga. Meskipun ekspektasi inflasi tetap terjaga dengan baik, namun IMF menyebut akan ada ganjalan di masa mendatang.
“Ini karena para pekerja dan perusahaan akan lebih waspada dalam melindungi standar hidup dan keuntungan mereka di masa mendatang,” papar IMF.
Baca Juga
Dalam kesempatan berbeda, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menyebut terdapat dua skenario yang ditetapkan pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
Amalia mengatakan Bappenas memiliki dua exercise target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah Prabowo. Dia mengatakan skenario pertama yang didapat secara bertahap.
Skenario pertama ini menggambarkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dapat dicapai di tahun kelima pemerintahan Prabowo-Gibran. “Jadi secara bertahap ini, 5,7% dulu, kemudian 6,4%, 7%, 7,5% dan 8%. 8% di ujung,” ujar Amalia saat diskusi Urgensi Industrialisasi Dalam Mencapai Target Pertumbuhan 8%” yang digelar Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, di Jakarta, Rabu (16/10/2024).
Kemudian, jelas dia, ada masukan dari tim Prabowo mengenai skenario kedua. Dia menjelaskan dalam skenario tersebut tim Prabowo ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi sebesar 8% di tahun ketiga dan keempat.
“Artinya bukan 8% di ujung (tahun pemerintahan)” ucap dia.
Dalam paparannya, Amalia menunjukkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun ketiga dan keempat, pemerintahan Prabowo perlu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8% pada tahun pertamanya menjabat. Setelah itu, berurutan masing-masing tahun ditargetkan 7,5%, 8,3%, 8%, dan 7,8%.
“Sehingga, rata-rata selama lima tahun itu beliau mengharapkan ada di sekitar 7,7%” kata Amalia.

