Multi Makmur (PIPA) Kantongi Opini WTP, Rights Issue Jadi Akselerator Pertumbuhan
JAKARTA, investortrust.id – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun buku 2025. Perseroan juga telah meraih restu pemegang saham untuk mempersiapkan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Manajemen PIPA menyebutkan bahwa kedua agenda tersebut menjadi bagian dari langkah perseroan memperkuat tata kelola dan struktur permodalan. Momentum tersebut menjadi awal penguatan fondasi bisnis Perseroan setelah bergabungnya PT Morris Capital Indonesia (MCI) sebagai pemegang saham pengendali baru.
Baca Juga
Usai Tender Wajib, Morris Capital Fokuskan Rights Issue Saham Multi Makmur ( PIPA)
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PIPA yang digelar pada 25 Juni 2026, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 beserta Laporan Keuangan Audited yang memperoleh opini WTP.
Direktur Utama Multi Makmur (PIPA) Noprian Fadli mengatakan, perolehan opini WTP menjadi tonggak penting dalam proses transformasi Perseroan. Opini WTP mencerminkan komitmen dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan.
"Perolehan opini WTP merupakan milestone penting yang menandai keberhasilan proses transisi Perseroan. Dalam waktu yang relatif singkat, kami berhasil membangun fondasi tata kelola yang lebih kuat, meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, serta memperoleh dukungan penuh pemegang saham terhadap agenda transformasi Perseroan,” terangnya.
Baca Juga
Multi Makmur (PIPA) Ubah Arah Bisnis, Fokus Jadi Holding Energi Migas Terintegrasi
Manajemen juga menilai opini WTP menjadi bukti bahwa proses transisi pengendalian Perseroan berjalan dengan baik. Dalam waktu relatif singkat, Perseroan berhasil menyelesaikan konsolidasi organisasi, penyelarasan tata kelola, serta penyusunan laporan keuangan audited sebagai fondasi untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Selain itu, RUPSLB memberikan persetujuan kepada direksi untuk melaksanakan seluruh persiapan dan tindakan yang diperlukan dalam rangka rights issue. Persetujuan tersebut menunjukkan dukungan pemegang saham terhadap strategi penguatan struktur permodalan guna mendukung ekspansi usaha dan pengembangan bisnis ke depan.
“Ke depan, kami akan fokus terhadap percepatan pertumbuhan melalui penguatan struktur permodalan, pengembangan bisnis, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” terangnya.
