Usai Tender Wajib, Morris Capital Fokuskan Rights Issue Saham Multi Makmur ( PIPA)
JAKARTA, investortrust.id – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) memfokuskan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue usai Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) dituntaskan pengendali baru PT Morris Capital Indonesia (MCI).
MCI sebagai pengendali PIPA menyebutkan tak berniat untuk memperpanjang periode MTO, meskipun realisasi tender belum mencapai target kepemilikan MCI sebesar 57,37%. MCI menlai bahwa hal tersebut tak menimbulkan hambatan signifikan terhadap kegiatan operasional perseroan.
Baca Juga
Multi Makmur (PIPA) Ubah Arah Bisnis, Fokus Jadi Holding Energi Migas Terintegrasi
Manajemen PIPA dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (6/3/2026) menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang diduga memengaruhi minimnya partisipasi pemegang saham dalam tender tersebut. Di antaranya preferensi sebagian pemegang saham yang memilih tetap mempertahankan kepemilikannya, pandangan positif terhadap prospek bisnis perseroan ke depan, serta dinamika pasar modal dan harga penawaran yang kemungkinan belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi investor.
Di sisi lain, PIPA menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung pengembangan usaha. Perseroan berencana melakukan perubahan identitas perusahaan melalui pergantian nama dan logo, serta menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Langkah rebranding tersebut dimaksudkan untuk mencerminkan arah pengembangan bisnis baru yang akan dijalankan perseroan. Sementara penambahan KBLI dilakukan guna memperluas ruang lingkup kegiatan usaha. Perseroan menargetkan pengajuan persetujuan kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang direncanakan berlangsung sebelum akhir semester I 2026.
Baca Juga
Pengendali Resmi Keluar dari Saham Multi Makmur (PIPA), Morris Capital Kini Jadi Pengendali Baru
Selain itu, PIPA mengonfirmas rights issue sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur permodalan. “Rencana penambahan modal melalui mekanisme HMETD tersebut tentu akan disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan pasar yang ada. Oleh karenanya manajemen akan terus menggali alternatif mekanisme penambahan modal dan atau pendanaan lain untuk memperkuat struktur keuangan perseroan,” tulis manajemen PIPA.
PIPA menyatakan besaran dana yang akan dihimpun serta jadwal pelaksanaan rights issue masih dalam tahap kajian internal. Informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah memperoleh persetujuan regulator dan keputusan internal perusahaan.
Adapun berdasarkan data registrasi pemegang saham hingga akhir Februari 2026, MCI bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 49,92% saham. Sisanya dikuasai masyarat. Terdapat juga beberapa individu dengan kepemilikan saham PIPA lebih dari 1%, seperti William Sutioso, Pitoris Simbolon, Hanifah Latifah, Susyanalief, dan Erlin Sutioso.

