Dolar AS Melemah, Bitcoin dan Ethereum Rebound Usai Data Tenaga Kerja AS Mengecewakan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar aset kripto menguat setelah dolar Amerika Serikat (AS) melemah menyusul rilis data ketenagakerjaan AS yang berada di bawah ekspektasi. Pelemahan dolar memicu optimisme pelaku pasar terhadap peluang pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan ekonomi hanya menambah 57.000 lapangan kerja nonpertanian (nonfarm payrolls/NFP) pada Juni, jauh di bawah perkiraan pasar. Kondisi tersebut mendorong Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level terendah dalam dua pekan sekaligus mencatat potensi penurunan mingguan terbesar sejak April.
Pelaku pasar kemudian memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi sekitar 50%, dari sebelumnya sekitar 65% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.
Baca Juga
Resmi Meluncur, Exchange Kripto BTSE Indonesia Fokus Garap Sejumlah Aspek Ini
Sejalan dengan perubahan sentimen tersebut, Bitcoin (BTC) berhasil bangkit dari tekanan. Setelah sempat menyentuh level US$57.750, Bitcoin pada perdagangan Senin (6/7/2026) siang menguat menjadi US$63.200-an.
Kinerja lebih kuat ditunjukkan Ethereum (ETH) yang menguat menjadi US$ 1.779 dari level terendahnya pada pekan lalu. Penguatan juga terjadi pada sejumlah altcoin, termasuk Cardano (ADA), Zcash (ZEC), dan Dash (DASH).
Baca Juga
Bitcoin Tembus US$ 62.000, Pasar Cermati Level Resistensi dan Arah Kebijakan The Fed
Mengutip CryptoBriefing, Senin ( (6/7/2026), analis menilai pelemahan dolar memberikan ruang bagi aset berisiko, termasuk kripto, untuk pulih. Sebelumnya, pasar sempat tertekan setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan nada kebijakan yang cenderung hawkish pada pertengahan Juni, sehingga mendorong DXY naik ke kisaran 101,40–101,80.
Meski demikian, pelaku pasar masih mewaspadai arah kebijakan The Fed ke depan. Peluang kenaikan suku bunga belum sepenuhnya hilang, sehingga data inflasi dan ketenagakerjaan berikutnya akan menjadi faktor penting yang menentukan pergerakan dolar maupun aset kripto.
Analis menilai apabila data ekonomi AS kembali menunjukkan penguatan atau inflasi meningkat di atas ekspektasi, dolar berpotensi kembali menguat dan menekan harga aset kripto. Sebaliknya, jika perlambatan ekonomi berlanjut, ekspektasi pelonggaran moneter dapat semakin menopang pasar kripto dalam jangka pendek
