Indeks Dolar Kuat dan Ekspor RI Mengecewakan, Rupiah Melemah ke Rp 16.181/USD
JAKARTA, investortrust.id – Kurs rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada Selasa (16/7/2024) pagi. Hal ini seiring dengan kembali menguatnya indeks dolar AS dan rilis data ekspor Indonesia mengecewakan atau di bawah ekspektasi.
Mata uang Garuda tercatat melemah terhadap greenback berdasarkan data RTI. Pada pukul 10.36 WIB, nilai tukar rupiah terdepresiasi 29 poin atau 0,18% ke Rp 16.181/USD.
Merujuk data Yahoo Finance, indeks dolar AS menguat 0,14 poin atau 0,14% pada pagi hari. Penguatan DXY ini juga menekan yen Jepang, yang melemah 0,59 poin atau 0,38% ke 158,69/USD.
Analis menilai pelemahan rupiah juga dipengaruhi sentimen dari dalam negeri. Pelemahan rupiah terhadap USD terjadi usai rilis data neraca dagang bulan Juni 2024, yang surplusnya US$ 2,39 miliar di bawah ekspektasi pasar. Pasar juga merespons negatif pertumbuhan ekspor yang hanya sebesar 1,17% year on year atau di bawah ekspektasi pasar 5% yoy.
“Pelaku pasar juga mencermati rilis neraca perdagangan oleh Badan Pusat Statistik, dengan data terbaru menunjukkan menyusutnya surplus neraca perdagangan Indonesia bulan Juni 2024. Ada sentimen negatif dari data neraca perdagangan Indonesia periode Juni yang menunjukkan surplus, namun dengan nilai lebih kecil baik secara bulanan maupun tahunan," ucap analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Baca Juga
BI Kurang Intervensi Kuatkan Nilai Tukar Rupiah, Bebani Prabowo!
Sebelumnya, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Octavianus Audi mengatakan, pelemahan rupiah terhadap USD terjadi usai rilis data ekspor dan neraca perdagangan Indonesia Juni yang direspons negatif pelaku pasar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Indonesia pada Juni 2024 sebesar US$ 20,84 miliar. Angka ini menunjukkan ekspor Indonesia mengalami penurunan dibanding Mei 2024 yang tercatat sebesar US$ 20,91 miliar.
“Nilai ekspor turun sebesar 6,65% dibanding Mei 2024. Namun, jika dibanding Juni 2023, naik 1,17%. Ekspor bulan sama tahun lalu senilai US$ 20,60 miliar,” kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti saat "Pengumuman Ekspor Impor Bulan Juni 2024", Senin (15/7/2024).
Baca Juga

