Dolar AS Makin Kuat, Kurs Rupiah Dibuka Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank dibuka melemah 40 poin (0,25%) ke level Rp 16.229 per dolar AS pada perdagangan Jumat (3/1/2025) pagi, sebagai imbas berlanjutnya penguatan indeks dolar.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro mencatat, indeks dolar AS naik ke posisi 109,4, level tertinggi sejak 22 Oktober 2024. Penguatan dolar didorong ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS akan melampaui ekonomi lain, sehingga suku bunga tetap tinggi.
Baca Juga
Kurs Rupiah Ditutup Merosot di Hari Pertama Perdagangan Tahun 2025
Di satu sisi, menurut Andry, The Fed tetap berhati-hati memangkas suku bunga secara cepat karena inflasi yang terus-menerus. Perbaikan kinerja ekonomi AS turut memperkuat sikap ini.
"Selain itu, kebijakan Presiden terpilih Donald Trump diharapkan lebih meningkatkan pertumbuhan dan inflasi," kata Andry melalui keterangan tertulis, Jumat (3/1/2025).
Baca Juga
Andry Asmoro mengungkapkan, kekuatan dolar juga didukung arus masuk modal yang kuat, karena pasar saham AS telah mengungguli pasar global. Data terbaru menunjukkan, penurunan klaim pengangguran memperkuat pandangan pasar kerja yang tangguh untuk mendorong momentum dolar.

