Top Gainers Pekan Ini: TRUS Melonjak 71,43%, COCO dan BEEF Masuk Tiga Besar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) menjadi pencetak kenaikan harga (top gainers) tertinggi pada perdagangan pekan ini setelah melonjak 71,43%. Lompatan tersebut terjadi saat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) masih dilanda penurunan.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, harga saham TRUS naik dari Rp 350 pada pekan lalu menjadi Rp 600 pada pekan ini atau bertambah Rp 250. Posisi kedua ditempati saham COCO yang menguat 70,59%, dari Rp 170 menjadi Rp 290, atau naik Rp 120.
Baca Juga
GOTO Diprediksi Tetap Cetak Laba Tahun Ini Meski Kebijakan Komisi 8%, Bagaimana Target Sahamnya?
Sementara itu, saham BEEF berada di peringkat ketiga dengan kenaikan 55,73%, setelah harga sahamnya meningkat dari Rp 131 menjadi Rp 204, atau bertambah Rp 73 . Di posisi berikutnya terdapat saham KOKA yang menguat 51,69%, dari Rp 89 menjadi Rp 135, diikuti ASPI yang naik 43,75%, dari Rp 288 menjadi Rp 414.
Selanjutnya, saham RMKO mencatat kenaikan 39,29% dari Rp 280 menjadi Rp 390, disusul PADI yang menguat 39,06% dari Rp 64 menjadi Rp 89. Saham HOPE juga masuk dalam daftar top gainers dengan kenaikan 36,00%, dari Rp 100 menjadi Rp 136. Kemudian, AYLS naik 34,75%, dari Rp 118 menjadi Rp 159.
Baca Juga
IHSG Melambat Turunnya, Tapi Bursa Indonesia Masih Tertinggal di ASEAN Pekan Ini
Adapun, penurunan IHSG BEI mulai melambat hanya mencapai 0,35%, dibandingkan pekan sebelumnya dengan pelemahan 4,55%.IHSG turun hanya 20,35 poin dari 5.896 menjadi 5.875. Perlambatan penurunan tersebut terdorong penguatan mayoritas sektor saham. Adapun kapitalisasi pasar (market cap) BEI turun sebanyak Rp 15 triliun menjadi Rp 10,287 triliun per akhir pekan ini.
Sejumlah sektor saham berhasil catatkan penguatan pesat pekan ini, yaitu saham sektor industry naik 4,86%. Kenaikan juga melanda saham sektor teknologi 2,24%, sektor material dasar 0,78%, sektor transportasi 1,17%, dan sektor property 0,90%. Sebaliknya saham sektor keuangan, consumer primer, dan kesehatan masih melemah.
