10 Saham Top Gainers Pekan Ini, YPAS Melonjak 90,48%
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan pekan ini. Berdasarkan data Top Gainers Weekly Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Yana Prima Hasta Persada Tbk (YPAS) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi, yakni mencapai 90,48%.
Harga saham YPAS naik dari Rp 630 pada pekan lalu menjadi Rp 1.200 pada pekan ini. Dengan demikian, saham YPAS mencatat perubahan sebesar Rp 570 poin atau 90,48%.
Posisi berikutnya ditempati EKAD yang menguat 76,54%. Harga saham EKAD meningkat dari Rp 179 pada pekan lalu menjadi Rp 316 pada pekan ini, atau naik Rp 137 poin.
Baca Juga
Prabowo Bentuk Bursa Mineral, RI Bidik Jadi Penentu Harga Dunia
Saham STAR berada di posisi ketiga dengan kenaikan 74,44%. Harga saham STAR meningkat dari Rp 266 menjadi Rp 464, atau bertambah Rp 198 poin. Selanjutnya, AGAR mencatat kenaikan 60,50%. Saham AGAR naik dari Rp 1.000 pada pekan lalu menjadi Rp 1.605 pada pekan ini, dengan perubahan sebesar Rp 605 poin.
CSMI juga masuk jajaran saham dengan kenaikan terbesar. Harga saham CSMI naik dari Rp 79 menjadi Rp 126, atau bertambah Rp 47 poin. Persentase kenaikannya mencapai 59,49%. Berikutnya, GIAA mencatat kenaikan 40,74%, dari Rp 54 menjadi Rp 76 atau naik Rp 22 poin. IOTF menguat 33,96%, dari Rp 53 menjadi Rp 71 atau bertambah Rp 18 poin.
Saham TMPO naik 30,87%, dari Rp 149 menjadi Rp 195, dengan perubahan 46 poin. Sementara itu, EAST menguat 30,60%, dari Rp 366 menjadi Rp 478 atau naik Rp 112 poin. Melengkapi daftar 10 saham dengan kenaikan tertinggi, SLIS mencatat penguatan 29,11%.
Baca Juga
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) turun tipis sebanyak 7,76 poin(0,12%) menjadi 6.401,88 sepanjang pekan ini. Sebaliknya kapitalisasi pasar (market cap) naik senilai Rp 32 triliun menjadi Rp 11.243 triliun.
Sejalan dengan penurunan tipis IHSG tersebut, pemodal asing justru membukukan penjualan bersih saham atau net sell mencapai Rp 1,58 triliun pekan ini. Hal ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 695,17 miliar.

