Kinerja hingga Mei Sesuai Ekspektasi, Intip Prospek dan Target Harga Saham BNI (BBNI) Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Prospek kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dinilai tetap solid hingga akhir 2026, ditopang pertumbuhan kredit yang melampaui target, kualitas aset yang terjaga, serta biaya kredit yang lebih rendah dari panduan manajemen.
Kondisi fundamental tersebut membuat saham BBNI masih dinilai menarik dengan potensi kenaikan (upside) lebih dari 53%. Saham BBNI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.720, dibandingkan harga penutupan kemarin level Rp 3.100.
KB Valbury Sekuritas menyebutkan bahwa valuasi saham BBNI saat ini diperdagangkan di level 0,7 kali price to book value (PBV) 2026, di bawah level minus dua standar deviasi sebesar 0,8 kali.
Baca Juga
8 Dekade BNI (BBNI), Asa Menggapai Global Financial Institution
Analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi mengatakan, prospek tersebut didukung oleh kinerja keuangan BBNI dalam lima bulan pertama 2026 yang tetap berada di jalur pencapaian target tahunan. Laba bersih bank saja (bank-only) mencapai Rp 9,05 triliun atau tumbuh 7,1% secara tahunan (year on year/YoY), setara 42,6% dari proyeksi laba sepanjang 2026 dan sejalan dengan konsensus pasar sebesar 41,9%.
“Capaian tersebut juga berada di kisaran rata-rata historis lima tahun sebesar 43,3%, sehingga menunjukkan realisasi kinerja masih sesuai ekspektasi,” tulis riset tersebut.
Dari sisi operasional, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meningkat 15,2% YoY menjadi Rp 18,1 triliun, didorong pertumbuhan kredit yang kuat. Sementara itu, pendapatan nonbunga naik 9,5% YoY menjadi Rp 9,11 triliun dan laba operasional sebelum pencadangan (PPoP) tumbuh 12,3% YoY.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Bergerak Terbatas, Tiga Saham RAJA hingga NCKL Direkomendasikan Beli
Pada Mei 2026 saja, laba bersih BBNI melambung sebanyak 11,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan naik 7,1% dari realisasi April 2026, terutama didukung pertumbuhan pendapatan dan penurunan pembentukan cadangan.
Kinerja intermediasi juga melampaui ekspektasi. Hingga Mei 2026, total kredit tumbuh 24,5% YoY menjadi Rp 940,88 triliun, jauh di atas target pertumbuhan manajemen tahun ini yang berada di kisaran 8-10%. Pertumbuhan kredit terutama ditopang kredit modal kerja yang melonjak 32% YoY, disusul kredit investasi sebesar 20% dan kredit konsumer sebesar 9%. Kredit korporasi meningkat 26% YoY dengan dukungan sektor telekomunikasi, perdagangan, dan komoditas.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 33,2% YoY berkat pertumbuhan dana murah (CASA). Giro tumbuh 37,6% YoY menjadi Rp439,94 triliun, sedangkan tabungan naik 13,2% menjadi Rp286,86 triliun. Rasio CASA tetap stabil di level 68,3%.
Baca Juga
BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, BNI Tetap Optimistis Jaga Pertumbuhan Bisnis
Adapun tekanan terhadap margin bunga bersih (NIM) dinilai masih terkendali. Hingga Mei 2026, NIM tercatat 3,6% atau turun 22 basis poin secara tahunan dan 5 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih berada dalam target manajemen sebesar 3,5-3,8%.
“Melihat realisasi hingga Mei, sebagian besar target laba tahun ini telah tercapai. Bahkan, apabila laba Juni bisa setara Mei sebesar Rp 1,76 triliun, laba semester I-2026 tetap diproyeksikan tumbuh 6,6% YoY. Sementara estimasi laba Juni sebesar Rp1,91 triliun akan menghasilkan pertumbuhan semester pertama sekitar 8,1%,” tulisnya.
Adapun tahun ini, KB Valbury memperkirakan kenaikan laba bersih BBNI menjadi Rp 21,27 triliun, dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 20,04 triliun. Laba diperkirakan terus meningkat menjadi Rp 23,27 triliun pada 2027 dan Rp 25,79 triliun pada 2028.
