Kredit Tumbuh Sesuai Ekspektasi, Laba BNI (BBNI) Capai Rp 20,90 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebanyak 14,2% dari Rp 18,31 triliun menjadi Rp 20,90 triliun hingga akhir 2023.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan pertumbuhan kredit mencapai 7,6% bersamaan dengan penurunan biaya kredit (credit cost) menjadi 1,4%, dan margin bunga bersih (NIM) berada di level 4,6%.
Baca Juga
Berhasil Kendalikan Biaya, Saham BNI (BBNI) Direkomendasikan Beli
Manajemen BBNI dalam presentasi kinerja keuangan tahun 2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/1/2024) menyebutkan, pertumbuhan laba sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga sebanyak 12,5% dari Rp 54,65 triliun menjadi Rp 61,47 triliun. PPOP juga naik tipis 1,6% dari Rp 34,41 triliun menjadi Rp 34,97 triliun.
Sedangan dari sisi rasio, BNI mencatatkan penurunan NIM dari 4,8% menjadi 4,6%, cost of fund naik dari 1,5% menjadi 2,2%, begitu juga dengan rasio CASA turun dari 72,4% menjadi 71,4%.
Baca Juga
Terkait kualitas aset, BNI menunjukkan penurunan NPL gross dari 2,8 menjadi 2,1%. Biaya kredit juga turun dari 1,9 menjadi 1,4. LAR juga turun dari 16 menjadi 12,9.
Terkait target tahun 2024, BNI membidik pertumbuhan kredit lebih tinggi dengan target 9-11%. Sedangkan NIM diperkriakan berada di atas 4,5% dan biaya kredit diperkirakan turun menjadi di bawh 1,4%.

