GRIA Catat Kinerja Positif 2025, Andalkan Rumah Subsidi dan Konsep Smart Home
Poin Penting
|
TANGERANG SELATAN, investortrust.id - PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) membukukan laba Rp 7,65 miliar pada tahun buku 2025. Laba emiten di bidang pengembangan real estat dan properti perumahan tersebut naik 32,21% dari tahun sebelumnya Rp 5,79 miliar.
"Sepanjang tahun 2025, GRIA mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif sekaligus menandai penguatan kinerja keuangan perseroan. Hingga Desember 2025, GRIA berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 32,21% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 5,79 miliar," ujar Direktur Keuangan GRIA Hugofeber Parluhutan dalam siaran pers, Selasa (30/6/2026).
Hugofeber menjelaskan, kenaikan pendapatan dan laba bersih ini dikontribusi oleh kebehasilan perusahaan dalam melakukan efisiensi dan kenaikan penjualan unit perumahan yang dikembangkan oleh GRIA. Pertumbuhan positif ini memperkokoh fundamental keuangan emiten pengembang properti tersebut seiring dengan peningkatan penjualan yang menembus Rp 69,06 miliar, tumbuh dari Rp 65,02 miliar pada tahun 2024.
Baca Juga
Bidik Pertumbuhan Pendapatan dan Laba 100% di 2025, Ingria Pratama (GRIA) Gencarkan Ini
Dari sisi strategi bisnis, GRIA berkomitmen untuk terus menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Komitmen ini juga sejalan dengan upaya GRIA dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"GRIA percaya bahwa keterlibatan aktif sektor swasta, termasuk pengembang properti, merupakan elemen penting dalam merealisasikan target penyediaan hunian layak bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya.
Baca Juga
Kunjungan Menteri PKP ke Hunian Warisan Bangsa Purwakarta, Dorong Hunian Terjangkau untuk MBR
Direktur Utama GRIA Khufran Hakim Noor menjelaskan bahwa komitmen berkelanjutan GRIA tersebut diimplementasikan dalam bentuk peningkatan aspek kualitas bangunan, pengembangan kawasan yang ramah lingkungan, serta penguatan tata kelola perusahaan yang baik.
GRIA juga memastikan seluruh proyek perumahannya kini mengusung konsep rumah pintar (smart home). Konsep ini diwujudkan melalui penyediaan jaringan internet (ISP), air bersih, dan listrik yang terintegrasi sejak awal perencanaan. Hal ini disiapkan untuk mendukung produktivitas penghuni yang ingin bekerja atau belajar dari rumah.
"Pengalaman kami selama 13–14 tahun di bidang ini membuktikan bahwa 99,9% proyek kami bebas banjir dan tidak pernah kekurangan air," kata Khurfan.
Terkait daya beli masyarakat, Khufran menjelaskan bahwa sektor rumah subsidi saat ini sangat diuntungkan oleh berbagai stimulus pemerintah, mulai dari subsidi pusat, daerah, BP Tapera, hingga skema Asabri untuk TNI/Polri. Terlebih, harga rumah subsidi dinilai stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.
Ia pun mengimbau para kepala keluarga muda, khususnya yang telah berusia di atas 21 tahun, untuk memanfaatkan kuota rumah subsidi yang melimpah dalam program pemerintah.
"Pesan saya untuk kepala keluarga yang belum memiliki rumah, belilah rumah subsidi sebagai rumah pertama. Bunganya flat hanya 5% hingga 20–30 tahun. Ini adalah langkah terbaik untuk melawan inflasi karena nilai aset rumah akan terus naik, berbeda dengan kendaraan yang nilainya menyusut. Belilah rumah subsidi, dan belilah di Ingria," jelasnya.
