IHSG Dibuka Fluktuatif di Awal Transaksi, Ikut Bursa Saham Asia
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/6/2026), sempat dibuka naik 35,9 poin (0,61%) menjadi 5.932. Namun memasuki menit kedua berbalik arah dengan penurunan tipis 11 poin.
Kenaikan didukung penguatan saham sektor keuangan, energi, material dasar, konsumer non primer, konsumer primer, infrastruktur, properti, hingga kesehatan. Sebaliknya sektor transportasi turun.
Baca Juga
BEI Akhirnya Unsuspensi Saham Bekasi Asri (BAPA), Penguatan masih Berlanjut?
Penguatan juga didukung kenaikan saham big cap, seperti BYAN, EMAS, BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI. Kenaikan juga ditopang penguatan saham MORA. Adapun saham CASA dibuka naik 21,88% menjadi Rp 2.200, TRUS naik 14,29% menjadi Rp 400, dan OILS menguat 13,25% menjadi Rp 188.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 102,91 poin (1,72%) menjadi 5.896 dengan investor asing melanjutkan aksi jual (net sell) saham senilai Rp 537,25 miliar di seluruh pasar. Net sell terbanyak melanda saham saham CASA Rp 212,67 miliar, BRMI Rp 173,95 miliar, EMAS mencapai Rp 152,82 miliar, dan ASII Rp 87,46 miliar.
Baca Juga
China Tak Ingin Gulingkan Dolar AS, Tapi Bangun Tatanan Keuangan Baru
Tekanan IHSG juga datang dari pelemahan hampir seluruh sektor saham dipimpin saham sektor material dasar dengan pelemahan 5%, sektor industri turun 4,24%, sektor infrastruktur turun lebih dari 4%, sektor energi melemah 2,62%, sektor konsumer primer turun 2,96%, dan sektor teknologi melemah 2,51%. Sebaliknya saham keuangan masih bisa naik tipis 0,03%.
Sebaliknya sejumlah saham berikut berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BBRM naik 34,74% menjadi Rp 128 dan TRUS naik 25% menjadi Rp 350. Kenaikan pesat juga melanda saham ARTA sebanyak 23,15% menjadi Rp 2.660, BHAT naik 20,23% menjadi Rp 2.080, dan RICY menguat 19,72% menjadi Rp 85.
