Saham Bhakti Multi (BHAT) Pimpin Top Gainers Saham Pekan Ini, Melesat 60%
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah penurunan tajam pasar saham, sejumlah emiten masih mampu untuk membukukan kenaikan harga signifikan sepanjang pekan ini. Saham PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) menjadi pemimpin daftar top gainers weekly setelah melonjak 60,00%.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini, harga saham BHAT naik dari 1.300 menjadi 2.080 atau menguat 780 poin, setara 60,00%. Posisi kedua ditempati saham PTPW yang menguat 42,71% dari 960 menjadi 1.370, atau naik 410 poin.
Baca Juga
IHSG Anjlok 4,55% Sepekan, Sebaliknya Pemodal Asing Mulai Borong Saham BBCA dan BREN
Sementara itu, saham SAME berada di posisi ketiga setelah naik 34,23% dari 298 menjadi 400. Disusul RGAS yang menguat 28,48% dari 165 menjadi 212 dan TRUS yang naik 27,74% dari 274 menjadi 350. Selanjutnya, saham BBRM mencatat kenaikan 26,73% dari 101 menjadi 128. ADES juga masuk dalam jajaran saham dengan penguatan terbesar setelah naik 23,86% dari 26.400 menjadi 32.700 atau bertambah 6.300 poin.
Di posisi berikutnya, saham EMDE menguat 21,05% dari 57 menjadi 69. Sementara itu, saham ARTA naik 20,91% dari 2.200 menjadi 2.660. Melengkapi daftar 10 besar top gainers weekly, saham MKAP menguat 20,77% dari 1.035 menjadi 1.250 atau naik 215 poin.
Adapun, IHSG BEI pekan ini ditutup anjlok sebanyak 4,55% menjadi 5.896,13 sepanjang pekan ini. Penurunan tersebut memicu menguapnya kapitalisasi pasar (market cap) sebanyak Rp 486 triliun menjadi Rp 10.302 triliun.
Baca Juga
Minyak WTI Jatuh di Bawah US$ 70 per Barel, Pasar Abaikan Serangan Kapal di Oman
Pelemahan tersebut membuat toal penurunan IHSG BEI sepanjang tahun berjalan atau year to date (ytd) telah mencapai 31,81%. Dengan demikian kinerja IHSG BEI tercatat masih yang terburuk di dunia. Tekanan datang dari kejatuhan seluruh sektor saham, paling dalam dialami saham sektor material dasar sebanyak 11,19%, sektor energi 6,34%, sektor industri 7,41%, sektor konsumer primer 6,09%, sektor keuangan 2,83%, dan sektor transportasi 5,21%.
Selain mencatatkan penurunan, pemodal asing terpantau melanjutkan penarikan dana atau net sell mencapai Rp 3,43 triliun tahun ini. Angka tersebut melonjak dari realisasi pekan sebelumnya sebanyak Rp 904,07 miliar. Alhasil total net sell saham oleh pemodal asing sepanjang year to date telah lebih dari Rp 71 triliun.
