IHSG Anjlok 1,09% dalam 30 Menit Transaksi, Terseret Kejatuhan Saham Emiten Prajogo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/6/2026), bergerak berbalik ke zona merah dengan penurunan sebanyak 67 poin (1.09%) menjadi 5.930 dalam 30 menit transaksi. Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan nilai tukar Rupiah.
Pelemahan tersebut dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, energi, industri, konsumer primer, dan infrastruktur dengan pelemahan lebih dari 2%. Sisanya penurunan hampir 1%.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Ada MEDC hingga WIFI
Pelemahan indeks juga dipicu atas penurunan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, CUAN, CDIA, hingga PTRO. Penurunan indeks juga dipicu atas pelemahan seluruh saham emiten emas, seperti EMAS, INDY, BRMS, hingga ARCI.
Kemarin, IHSG melesat sebanyak 115,16 poin (1,96%) menjadi 5.999 dengan investor asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 299 miliar. Net sell terbanyak meladan saham BMRI senilai Rp 224,17 miliar, BBRI mencapai Rp 93,23 miliar, dan KLBF sebanyak Rp 77,31 miliar.
Baca Juga
Sentimen 'Extreme Fear' Selimuti Pasar Kripto, Bitcoin Tinggalkan Level Psikologis US$ 60.000
Kenaikan indeks ditopang lompatan seluruh sektor saham dengan kenaikan lebih dari 2%, yaitu sektor material dasar, industri, konsumer non primer, konsumer primer. Kenaikan lebih dari 3% melanda saham sektor kesehatan dan infrastruktur.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat hari ini, yaitu saham RBMS naik 33,96% menjadi Rp 71, YUPI naik 24,81% menjadi Rp 1.635, KONI naik 24,79% menjadi Rp 3.020, FUTR naik 22,38% menjadi Rp 175, ZONE naik 21,78% menjadi Rp 615, dan RGAS menguat 17,92% menjadi Rp 204.
