IHSG Anjlok 100 Poin dalam 15 Menit Transaksi IKut Kejatuhan Rupiah ke Level Rp 18.017
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026), telah anjlok lebih dari 100 poin (1,68%) menjadi 5.838 hanya dalam 15 menit transaksi. Penurunan indeks masih dipengaruhi kejatuhan saham konglomerasi Prajogo.
Tekanan terbesar datang dari kejatuhan saham big cap, seperti BREN, AMMN, TPIA, BYAN, MORA, INTP, hingga BRPT. Penurunan juga dipicu atas berlanjutnya penurunan saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Penurunan IHSG juga sejalan dengan berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah sebanyak 47 poin ke level terendah baru sepanjang masa Rp 18.017. Penurunan indeks juga sejalan dengan pelemahan seluruh sektor saham global.
Baca Juga
Harga Emas Melemah 1% Saat Ketegangan Iran-AS Memanas, Investor Waspadai Suku Bunga
Meski demikian, beberapa saham ini masih berhasil catatkan lompatan harga, seperti MGNA naik 26% menjadi Rp 105, ESTI Naik 22,43% menjadi Rp 130, dan MSIN menguat 15,72% menjadi Rp 530.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 254 poin (4,11%) menjadi 5.941 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 993,29 miliar terbanyak melanda saham BBCA sebanyak Rp 707,62 miliar, BBRI mencapai Rp 427,54 miliar, dan TPIA senilai Rp 362,45 miliar.
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, sektor material dasar anjlok 9,05%, sektor energi melemah 5,61%, dan sektor infrastruktur melemah 5,05%. Penurunan IHSG BEI tercatat yang paling dalam hari ini di Asia.
Baca Juga
BRI Danareksa Pangkas Target IHSG 2026 Jadi 7.200, Sebaliknya Saham Ini Tetap Menarik
Tekanan terbesar datang dari kejatuhan saham AMMN, TPIA, BRPT, dan PTRO. Tekanan juga datang dari saham-saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan tersebut juga datang dari kejatuhan saham PANI dan CBDK.
Sebaliknya saham dengan penguatan pesat hari ini, yaitu dua saham catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) WEHA naik 34,68% menjadi Rp 167 dan MMIX naik 24,76% menjadi Rp 655. Lompatan juga melanda saham OMRE sebanyak 24,09% menjadi Rp 1.365, MSIN naik 20% menjadi Rp 444, dan PMUI naik 17,65% menjadi Rp 80.

