Harga CPO Kuat dan Pupuk Makin Murah, Intip Dampaknya bagi Dharma Satya (DSNG)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Proyeksi laba bersih PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) tahun 2026 direvisi naik, seiring dengan harga jual CPO yang masih tinggi bersamaan dengan penurunan harga beli pupuk.
Peluang tersebut mendorong MNC Sekuritas untuk merevisi naik proyeksi laba bersih DSNG tahun ini dari semula Rp 1,85 triliun menjadi Rp 1,97 triliun. Revisi tersebut memperkokoh rekomendasi beli saham DSNG dengan target harga Rp 1.500.
Analis MNC Sekuritas Raja Junico W mengatakan, harga CPO yang dinilai tetap tangguh, meskipun terdapat potensi pengaruh fenomena El Nino pada semester II-2026. Harga CPO tercatat masih menguat sekitar 16% sejak awal tahun.
Baca Juga
Dharma Satya (DSNG) Tebar Dividen Rp 498 Miliar, Nilai per Saham Segini
“Kondisi tersebut akan mendukung kinerja DSNG, terutama dengan proyeksi produktivitas tandan buah segar (FFB yield) mencapai 22,6 kali pada 2026 atau naik dari realisasi tahun lalu sekitar 21,4 kali,” tulisnya.
DSNG, terang MNC Sekuritas, juga akan didukung penurunan biaya setelah harga pupuk mulai turun. Indeks harga pupuk Amerika Utara telah turun 29% dari puncaknya dan kembali ke level US$ 700. Sejumlah kontrak pupuk juga dilaporkan mengalami repricing lebih rendah pada kuartal III-2026.
Sentimen positif lainnya, terang MNC Sekuritas, datang dari implementasi mandatori B50 yang dijadwalkan mulai Juli 2026. B50 akan membuat volume alokasi biodiesel pada 2026 meningkat menjadi 17,7 juta kiloliter dari target awal 15,6 juta kiloliter. Bahkan, kebutuhan biodiesel sepanjang tahun diproyeksikan mencapai 18,8–19,8 juta kiloliter.
Baca Juga
Harta Djaya (MEJA) Bidik Diversifikasi Besar, Akuisisi 45% TCP Masuki Tahap Due Diligence
“Kebijakan tersebut berpotensi memperkuat permintaan CPO, karena Fatty Acid Methyl Ester (FAME), bahan baku utama biodiesel, berasal dari minyak sawit. Adapun DSNG dinilai berada pada posisi yang menguntungkan karena tiga pelanggan terbesar perseroan yang menyumbang sekitar 60% pendapatan segmen CPO memiliki alokasi kuota biodiesel nasional sebesar 22% pada 2025,” tulisnya.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, MNC Sekuritas menaikkan proyeksi laba bersih DSNG tahun 2026 sebesar 6% menjadi Rp 1,97 triliun, dibandingkan estimasi sebelumnya Rp 1,85 triliun. Namun, pertumbuhan laba diperkirakan sebagian tertahan oleh melemahnya kontribusi segmen kayu akibat penurunan margin.
Sejumlah sentiment positif tersebut juga mendorong MNC Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi belisaham DSNG dengan target harga Rp1.500 per saham. Keyakinan tersebut didasarkan pada proyeksi FFB yield yang lebih tinggi, ketahanan harga CPO di kisaran MYR 4.100–4.500 per ton, otensi produksi CPO mencapai 693 ribu ton pada 2026 atau tumbuh 10% secara tahunan, dan disertai penurunan biaya pupuk.
Hingga kuartal I-2026, Dharma Satya (DSNG) membukukan laba bersih sebesar Rp 430 miliar atau meningkat 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY). MNC Sekuritas menyebut capaian laba bersih tersebut setara 23% dari target tahun 2026 yang mereka proyeksikan dan 21% dari konsensus pasar.
