Didominasi Segmen CPO, Dharma Satya (DSNG) Raup Pendapatan Rp 6,6 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan pendapatan senilai Rp 6,6 triliun hingga September 2023. Angka tersebut hampir sama dengan pencapaian periode sama tahun lalu.
Pendapatan tersebut disumbangkan kenaikan penjualan segmen CPO dari Rp 5,39 triliun menjadi Rp 5,77 triliun. Sebaliknya segmen bisnis produk kayu turun dari Rp 1,18 triliun menjadi Rp 792,71 miliar. Sedangkan laba inti turun dari Rp 970,47 miliar menjadi Rp 485,89 miliar. Sedangkan
Baca Juga
Perbaikan Berlanjut, Target Harga Saham Bukalapak (BUKA) Menggiurkan
Perseroan menyebutkan segmen kelapa sawit tercatat sebagai penyumbang 88% terhadap total pendapatan perseroan atau setara Dengan Rp 5,8 triliun. Kenaikan pendapatan segmen ini ditopang peningkatan produksi CPO sebanyak 7,5% setelah panenan tandan buah segar (TBS) perseroan naik, khususnya kuartal terakhir tahun 2023.
Harga rata-rata penjualan (average selling price/ASP) CPO perseroan menunjukkan perbaikan tahun ini menjadi sekitar Rp 11,5 juta per ton. “Belum berakhirnya perang Rusia dan Ukraina menyebabkan harga pupuk masih berfluktuasi. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, cost of sales meningkat 11%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu”, jelas Andrianto Oetomo, Direktur UtamaDharma Satya Nusantara.
Baca Juga
Terkait segmen bisnis produk kayu, dia mengatakan, belum menunjukkan kinerja terbaiknya setelah pendapatan turun 33% menjadi Rp 800 miliar. Tingkat suku bunga yang tinggi di negara-negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, dan Jepang, memicu penurunan permintaan produk kayu perseroan hingga September 2023.
DSNG berhasil mencetak kenaikan total aset sebesar Rp 650 miliar didorong peningkatan saldo kas dan persediaan dan aset tetap hasil realisasi belanja modal. Sedangkan total liabilitas naik 6% menjadi Rp 7,6 trilliun, seiring peningkatan pinjaman modal kerja perbankan dan dampak translasi selisih kurs rupiah terhadap dolar AS.

