IHSG Ditutup Melemah 0,25%, Saham Big Cap Ini Jaid Penekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/6/2026), ditutup turun sebanyak 15,36 poin (0,25%) menjadi 6.101,33. Rentang pergerakan 5.993-6.121 dengan nilai transaksi Rp 12,85 triliun.
Penurunan ini dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi 0,61%, sektor teknologi 1,05%, sektor keuangan 0,62%, transportasi 0,15%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industri, material dasar, konsumer primer, kesehatan, hingga properti.
Baca Juga
Tekanan IHSG hari ini datang dari pelemahan big bank, sepert BBCA, BMRI, dan BBNI. Tekanan juga datang dari penurunan saham DSSA, BYAN, ANTM, PANI, dan MLPT.
Sebaliknya saham dengan penguatan mengesankan hari ini, yaitu saham PTPW naik 24,74% menjadi Rp 1.210, LEAD naik 31,46% menjadi Rp 177, BALI menguat 25% menjadi Rp 1.475, dan LAJU naik 13,11% menjadi Rp 69.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 60,45 poin (0,98%) menjadi 6.116.69. Pemodal asing juga masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham Rp 1,11 triliun di seluruh pasar. Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 261,98 miliar, TPIA mencapai Rp 174,65 miliar, dan BBNI sebanyak Rp 110,56 miliar.
Baca Juga
Sukses Raup Pendanaan Berkelanjutan Global US$ 500 Juta, Japfa (JPFA) Ungkap Kiat Ini
Penurunan IHSG kemarin dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 2,49%, sektor industri 2,34%, sektor kesehata 2,23%, konsumer primer 1,67%, keuangan 1,58%, dan properti 1,20%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi dan energi.
Sebaliknya sejumlah saham berikut cetak lompatan harga, auto reject atas (ARA) ZONE naik 24,77% menjadi Rp 680 dan BYAN naik 20% menjadi Rp 13.200. Lompatan juga melanda saham EMDE sebanyak 24,56% menjadi Rp 71, KIOS sebanyak 24,14% menjadi Rp 108, dan ADES naik 17,14% menjadi Rp 30.925.
