Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JECX) Gelar IPO Saham, Bidik Dana hingga Rp 683 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Nitrasanata Dharma Tbk, pengelola jaringan rumah sakit mata Jakarta Eye Center (JEC), resmi menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) saham dengan target dana Rp 683,17 miliar.
Berdasarkan prospektus awal yang diterbitkan, Senin (22/6/2026), emiten dengan kode emiten JECX menawarkan sebanyak 487,98 juta saham atau setara 16,26% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO saham.
Dalam aksi korporasi tersebut, JECX menawarkan saham dengan harga kisaran Rp 1.200-1.400 per saham. Dengan rentang harga tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp 683,17 miliar.
Baca Juga
Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 22-24 Juni 2026. Selanjutnya, pernyataan pendaftaran diperkirakan efektif pada 29 Juni 2026.
Masa penawaran umum dijadwalkan pada 1-3 Juli 2026, penjatahan pada 3 Juli 2026, distribusi saham secara elektronik pada 6 Juli 2026, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026. Sedangkan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO tersebut.
Manajemen JECX menyebut dana hasil penawaran umum perdana saham akan difokuskan untuk memperkuat struktur keuangan serta mendukung pengembangan usaha. Sebesa Rp40 miliar akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok pinjaman Perseroan kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Baca Juga
Inaco (JELI) Mau IPO, Harga Saham Mulai Rp 900! Ini Jadwal dan Alokasi Dananya
Selain itu,sekitar Rp100 miliar dialokasikan untuk pembayaran sebagian fasilitas pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia. Perseroan juga berencana menyalurkan tambahan modal kepada entitas anak, PT Nitra Sanata Bali (NSB) sekitar Rp93,59 miliar yang akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, termasuk untuk pembayaran sewa lahan dan kebutuhan operasional.
JECX selanjutnya akan menyalurkan pinjaman sebesar Rp100 miliar kepada PT Orbita dan Rp35 miliar kepada PT JEC Candi Sejahtera. Dana tersebut akan digunakan oleh masing-masing anak usaha untuk melunasi sebagian kewajiban pinjaman kepada BCA.
Adapun dana yang tersisa akan dimanfaatkan sebagai modal kerja Perseroan, termasuk untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari, seperti pembayaran gaji dan tunjangan karyawan hingga akhir tahun 2027.
Baca Juga
Pipeline IPO Saham di BEI Menyusut Jadi 12 Perusahaan per Juni 2026
Perseroan menilai prospek industri layanan kesehatan mata di Indonesia masih sangat besar. Pertumbuhan jumlah penduduk, tingginya jumlah penderita diabetes yang berisiko mengalami gangguan penglihatan, serta keterbatasan jumlah dokter spesialis mata dinilai menjadi faktor yang mendorong kebutuhan layanan kesehatan mata dalam jangka panjang.
Selain pasar domestik, JECX membidik peluang pertumbuhan dari sektor wisata medis (medical tourism). Perseroan tengah mengembangkan JEC Bali@Sanur yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali.
Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan diharapkan mampu menarik pasien domestik maupun mancanegara sekaligus memperkuat posisi JEC sebagai penyedia layanan kesehatan mata berstandar internasional. Dalam rangka IPO, Perseroan juga mengalokasikan sebanyak 11,17 juta saham atau sekitar 2,29% dari jumlah saham yang ditawarkan untuk program Employee Stock Allocation (ESA).
Selain itu, JECX berencana membagikan dividen tunai dengan rasio maksimal 50% dari laba bersih setelah penyisihan cadangan wajib. Kebijakan tersebut akan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan Perseroan, kebutuhan ekspansi, serta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
