IHSG Lanjutkan Pelemahan 0,73%, Saham Big Cap Dipimpin Emiten Prajogo Tertekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (19/6/2026), ditutup melemah sebanyak 45,02 poin (0,73%) menjadi 6.127. Rentang pergerakan 6.117-6.215 dengan nilai transaksi Rp 7,87 triliun.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar, industry, energi, property, teknologi, infrastruktur, keuangan, dan transportasi. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor consumer non primer.
Baca Juga
OJK Respons Review MSCI, Transparansi dan Integritas Pasar Jadi Fokus
Tekanan IHSG sesi I juga dipicu atas kejatuhan saham TLKM sebanyak 6,47%, AMMN melemah 5,25%, BMRI melemah 2,68%, dan SRAJ anjlok 14,96%. Tekanan indeks juga datang dari kejatuhan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, CUAN, CDIA, dan PTRO.
Sebaliknya saham dengan kenaikan harga paling pesat sesi I hari ini, yaitu saham ZONE menguat 25% menjadi Rp 545, BCIC naik 25,86% menjadi Rp 146, CTTH menguat 18,46% menjadi Rp 154, SDMU naik 15,71% menjadi Rp 81, dan MORA naik 10% menjadi Rp 7.150.
Kemarin, IHSG anjloksebanyak 48,4 poin (0,78%) menjadi 6.172,34 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 111,56 miliar Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 557,26 miliar, MAPI mencapai Rp 98,87 miliar, dan DSSA mencapai Rp 84,98 miliar.
Baca Juga
Pelemahan tersebut dipicu atas koreksi mayorita sektor saham, seperti sektor infrastruktur 1,96%, sektor keuangan 1,32%, sektor kesehatan 1,07%, sektor properti 0,64%, dan sektor industri 0,16%. Sebaliknya penguatan melanda saham material dasar, konsumer primer, dan teknologi.
Adapun sejumlah saham berikut justru berhasil catatkan kenaikan pesat pagi ini, yaitu tiga saham naik hingga auto reject atas (ARA) saham JECC menguat 24,59% menjadi Rp 760, CBUT naik 24,78% menjadi Rp 705, ZONE naik 24,57% menjadi Rp 436. Meski tak ARA, saham KOPI melesat 23,08% menjadi Rp 224 dan RLCO naik 15,36% menjadi Rp 3.980.
