Minta Setiap Negara Punya Ekosistem Ini, Pendiri Binance Sebut Tokenisasi Saham dan Stablecoin Bakal Jadi Masa Depan Pasar Keuangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pendiri Binance Changpeng Zhao mendorong pemerintah di berbagai negara untuk melakukan tokenisasi pasar saham dan menerbitkan stablecoin nasional guna memperluas adopsi teknologi blockchain, serta meningkatkan daya saing sistem keuangan mereka.
Dalam unggahan di media sosial setelah bertemu sejumlah pemimpin negara dan regulator di Asia, Zhao menilai tokenisasi saham dapat membuka akses investor global terhadap pasar modal suatu negara, sementara stablecoin nasional dapat memperluas penggunaan mata uang domestik di jaringan blockchain.
“Negara-negara perlu melakukan tokenisasi saham mereka, memungkinkan pembeli di seluruh dunia. Negara-negara perlu menerbitkan stablecoin mereka sendiri untuk memperluas penggunaan mata uang mereka di blockchain,” ujar Zhao dilansir dari Yahoofinance, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga
Tokenisasi Saham Disebut Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Industri Kripto
Menurut dia, tokenisasi saham merupakan bagian dari perkembangan aset dunia nyata atau real world assets (RWA) yang kini semakin berkembang di industri kripto. Melalui mekanisme tersebut, saham perusahaan diubah menjadi token digital berbasis blockchain yang dapat diperdagangkan secara lebih fleksibel dan beroperasi hampir tanpa batas waktu perdagangan.
Data RWA.xyz menunjukkan nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di blockchain publik telah melampaui US$ 32 miliar pada pertengahan 2026, meningkat tajam dibanding sekitar US$ 6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejumlah platform kripto juga mulai menawarkan saham dan exchange traded fund (ETF) yang ditokenisasi dan dikaitkan dengan perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat. Sementara itu, Boston Consulting Group memperkirakan nilai pasar tokenisasi aset dapat mencapai US$ 16 triliun pada 2030.
Selain tokenisasi saham, Zhao juga menilai penerbitan stablecoin nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi dominasi stablecoin berbasis dolar AS di pasar global.
Saat ini, berdasarkan data DefiLlama, stablecoin yang dipatok ke dolar AS menguasai hampir 99% pasar stablecoin global yang bernilai sekitar US$ 315 miliar, dipimpin oleh Tether dan USD Coin.
Baca Juga
Permudah Akses Tokenisasi Saham, Aplikasi PINTU Luncurkan xStocks
Menurut Zhao, kehadiran stablecoin nasional dapat memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi digital sekaligus menjaga kedaulatan moneter di era ekonomi berbasis blockchain.
Pernyataan tersebut sejalan dengan peran Zhao sebagai penasihat strategis di sejumlah negara. Saat ini, ia tercatat menjadi penasihat strategis Dewan Kripto Pakistan dan turut memberikan masukan kepada pemerintah Kyrgyzstan dalam pengembangan stablecoin berbasis emas.
Sementara itu, Co-Chief Executive Officer Binance, Richard Teng, mengatakan permintaan terhadap stablecoin terus meningkat, terutama di negara berkembang. Menurut dia, sekitar 36% pengguna Binance di pasar berkembang kini menyimpan setidaknya separuh aset mereka dalam bentuk stablecoin.
Ia menilai tren tersebut menunjukkan stablecoin semakin banyak digunakan sebagai sarana pembayaran dan penyimpanan nilai dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
