PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) Kebanjiran Investasi Lahan Industri, Didominasi Data Center
Poin Penting
|
CIKARANG, investortrust.id - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), pengembang dan operator kawasan industri yang mengelola Kota Industri MM2100 di Bekasi mengungkap permintaan lahan industri di kawasan yang dikelolanya hingga Maret 2026 mencapai 72 hektare. Tingginya minat investor tersebut menjadi sinyal positif bagi prospek bisnis kawasan industri di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Head of Corporate Finance & Investor Relations BEST Rika Mandasari menjelaskan, sebagian permintaan tersebut telah berhasil direalisasikan pada kuartal I-2026. Permintaan lahan itu masih didominasi oleh sektor-sektor infrastruktur seperti data center, logistik, dan pergudangan. Selain itu ada pula permintaan lahan untuk industri makanan dan minuman, serta otomotif.
"Dari total pipeline 72 hektare, sekitar 40% berasal dari sektor data center, 29% logistik dan pergudangan, 15% makanan dan minuman, serta sisanya berasal dari elektronik dan sektor lainnya," ujar Rika saat konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026).
Rika menjelaskan, permintaan lahan untuk pembangunan industri data center menjadi salah satu daya tarik di pengembangan kawasan MM2100. Perusahaan pun mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari jaringan fiber optik hingga ketersediaan utilitas dan pasokan listrik.
Baca Juga
Bekasi Fajar (BEST) Balik Untung di Kuartal I-2026, Pendapatan Melonjak 100%
"Selain itu perseroan juga fokus mengembangkan kawasan MM2100, termasuk untuk pengembangan kluster data center demi memenuhi permintaan sektor teknologi tinggi, serta pengembangan segmen komersial," ungkapnya.
Selain data center, sektor logistik dan pergudangan juga menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat seiring meningkatnya aktivitas distribusi dan perdagangan. Kondisi tersebut turut mendorong pengembangan produk BeFa Industrial Hub dari perseroan yang menawarkan fasilitas bangunan pabrik dan gudang siap pakai.
"Kita juga punya proyek BeFa Industrial Hub,yaitu bangunan pabrik multiguna inisiatif ini ini ditujukan untuk membuka sumber pendapatan baru serta memaksimalkan pemanfaatan lahan," terang Rika.
Diketahui, selama 2025, Perseroan penjualan lahanmencapai 15 hektar atau senilai Rp422 miliar. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp427 miliar yang utamanya ditopang dari penjualan lahan sebesar Rp220 miliar dan sisanya berasal dari recurring income sebesar Rp207 miliar. Laba bersih Perseroan pada tahun 2025 mencapai Rp30 miliar.

