Provident Investasi (PALM) Tebar Dividen Rp50 Miliar, Buah Manis Divestasi Saham MMLP
JAKARTA, investortrust.id – PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) memutuskan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 50 miliar atau Rp 3,17 per saham kepada pemegang saham. Nilai tersebut setara dengan 2,97% dari laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp 1,85 triliun.
Presiden Direktur PALM Tri Boewono mengatakan, keputusan pembagian dividen tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga momentum pertumbuhan investasi perusahaan.
“Pembagian dividen yang diputuskan RUPST menjadi salah satu bukti kinerja tim investasi kami yang sangat baik. Kami akan terus mendorong kapasitas dan kualitas SDM PALM untuk memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan perusahaan mampu tumbuh positif secara berkelanjutan,” ujar Tri dalam paparan publik yang dikutip Kamis (18/6/2026).
Baca Juga
Sepanjang 2025, PALM membukukan kenaikan laba bersih sebesar 193% secara tahunan menjadi Rp1,85 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas senilai Rp2,23 triliun.
Sejalan dengan itu, total aset perusahaan meningkat 17% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp9,19 triliun pada akhir 2025.
Tri menjelaskan bahwa PALM masih berada dalam fase ekspansi portofolio investasi. Karena itu, selain membagikan dividen, perseroan tetap mempertahankan sebagian besar laba untuk memperkuat kapasitas investasi dan menangkap peluang bernilai tinggi di masa depan.
Saat ini, PALM berfokus pada investasi di tiga sektor utama, yakni sumber daya alam, teknologi, media dan telekomunikasi, serta logistik. “Tiga sektor tersebut memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang sangat baik dan menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Tri.
Baca Juga
Akui Batu Bara untuk PLN Makin Langka, Bahlil Bakal Evaluasi Harga DMO
Kinerja positif PALM berlanjut pada kuartal I-2026. Hingga Maret 2026, perseroan membukukan laba sebesar Rp2,32 triliun atau meningkat 263,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan keuntungan neto atas investasi saham dan efek ekuitas lainnya sebesar 287,2% menjadi Rp2,44 triliun. Sementara itu, total aset PALM meningkat 25,6% menjadi Rp11,55 triliun.
Direktur PALM Ellen Kartika mengatakan salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan adalah keberhasilan menyelesaikan divestasi saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) melalui entitas anak PT Suwarna Arta Mandiri (SAM) pada September 2025.
Menurut Ellen, divestasi tersebut menghasilkan keuntungan yang signifikan dari selisih harga beli dan harga jual saham. Selain itu, dana hasil divestasi juga digunakan untuk mempercepat pembayaran utang, memperkuat struktur keuangan, serta mendukung restrukturisasi portofolio investasi perseroan.
Baca Juga
Bahlil Pastikan Pasokan Batu Bara PLN Aman, B50 Siap Meluncur 1 Juli
“Kinerja 2025 dan kuartal I-2026 membuktikan bahwa strategi investasi aktif yang kami jalankan memberikan hasil yang konsisten. Kami membangun portofolio di sektor-sektor dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang,” ujar Ellen.
Di tengah dinamika geopolitik global dan volatilitas pasar keuangan, PALM juga mempertahankan investasi pada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Per 31 Maret 2026, PALM memiliki 1,34 miliar saham MDKA dengan nilai wajar investasi mencapai Rp4,2 triliun. Perseroan memperoleh saham tersebut pada harga rata-rata Rp512,53 per saham, sementara nilai wajarnya saat ini mencerminkan harga pasar Rp3.140 per saham.
Investasi PALM pada saham MDKA telah meningkat 512,65% atau lebih dari lima kali lipat dibandingkan modal awal. “Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, aset dengan karakteristik defensif dan memiliki fundamental kuat menjadi semakin menarik. MDKA merupakan salah satu contoh investasi yang kami nilai memiliki posisi strategis karena didukung eksposur terhadap komoditas emas yang saat ini menunjukkan tren positif,” pungkas Ellen.
