'Free Float' Chandra Asri (TPIA) Naik 25,7%, Dana Besar Berpotensi Masuk
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dinilai semakin menarik bagi investor institusi setelah porsi saham publik atau free float perseroan meningkat menjadi sekitar 25,7%. Kondisi tersebut diperkirakan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus membuka peluang masuknya dana besar ke emiten petrokimia tersebut.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan peningkatan free float TPIA menjadi salah satu sentimen positif yang diperhatikan pelaku pasar. Dengan jumlah saham publik yang semakin besar, aktivitas perdagangan saham TPIA dinilai berpotensi menjadi lebih aktif.
"Peningkatan free float TPIA hingga 25,7% tentu direspons positif oleh pelaku pasar, karena dengan porsi saham publik yang semakin besar, likuiditas perdagangan saham TPIA juga akan meningkat. Saham menjadi lebih aktif diperdagangkan dan semakin menarik bagi investor institusi," papar Nafan Senin (15/6/2026).
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Ada ELSA hingga TPIA
Menurut Nafan, investor institusi, seperti dana pensiun, manajer investasi (MI), maupun global funds umumnya memiliki kriteria tertentu dalam memilih instrumen investasi. Salah satu faktor yang diperhatikan adalah besaran free float sebuah emiten. "Ketika free float sudah berada di atas ambang batas tertentu, misalnya di atas 15%, maka saham tersebut menjadi lebih layak untuk masuk dalam radar investasi mereka," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, peluang masuknya dana besar atau big money ke saham TPIA dinilai semakin terbuka. Selain meningkatkan daya tarik bagi investor institusi, free float juga menjadi salah satu variabel penting dalam perhitungan bobot indeks global, seperti MSCI dan FTSE. Indeks tersebut kerap dijadikan acuan oleh berbagai pengelola dana pasif atau passive funds dalam menentukan komposisi investasinya. "Jika itu terjadi, maka dapat memicu aksi beli dari passive funds yang menjadikan MSCI maupun FTSE sebagai acuan investasi," ujar Nafan
Free Float Tinggi Perkuat Akses Pendanaan
Lebih lanjut, Nafan mengatakan peningkatan free float juga dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap perseroan ketika melakukan aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi modal penting apabila perusahaan membutuhkan dukungan pasar melalui rights issue maupun penerbitan obligasi.
"Dengan basis investor yang lebih luas dan likuiditas saham yang lebih baik, peluang perusahaan untuk memperoleh dukungan pasar akan semakin besar," paparnya.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keterbukaan informasi tertanggal Rabu (27/5/2026) mengumumkan sebanyak 26 emiten masuk dalam daftar papan utama. Salah satunya adalah TPIA yang sebelumnya tercatat di papan pengembangan.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menyampaikan apresiasi kepada BEI atas kepercayaan yang diberikan kepada perseroan. "Pencapaian ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis, menerapkan tata kelola yang baik, dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Erwin.
Erwin mengatakan pencatatan di papan utama menjadi momentum bagi Chandra Asri Group untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Baca Juga
IHSG Ngegas 2,10% ke Atas 6.000 di Intraday Sesi I, Saham BBCA hingga TPIA Jadi Penodorong
"Ke depan, kami akan terus berfokus pada penguatan kinerja operasional, peningkatan daya saing, pengembangan bisnis secara berkelanjutan serta menciptakan lapangan kerja. Melalui strategi pertumbuhan, kami berkomitmen untuk memperkuat fundamental Perseroan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," kata Erwin.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebelumnya mengumumkan transaksi penyeimbangan kepemilikan saham atau shareholding rebalancing yang dilakukan oleh salah satu pemegang saham jangka panjangnya, SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC).
Transaksi tersebut meningkatkan porsi saham publik perseroan menjadi sekitar 25,7%. Perseroan berharap langkah tersebut dapat memperkuat likuiditas perdagangan saham TPIA di pasar modal, memperluas basis investor, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
