Free Float Naik Jadi 25,7%, Chandra Asri (TPIA) Sebut Likuiditas Saham Akan Meningkat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan transaksi penyeimbangan kepemilikan saham (shareholding rebalancing) yang dilakukan oleh salah satu pemegang saham jangka panjangnya, SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC). Transaksi tersebut meningkatkan porsi saham publik (free float) Perseroan menjadi sekitar 25,7% dan diharapkan memperkuat likuiditas perdagangan saham TPIA di pasar modal.
Peningkatan free float tersebut berdampak terhadap kenaikan pesat harga saham TPIA sebanyak Rp 275 (21,07%) menjadi Rp 1.580 pada penutupan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2026).
Manajemen TPIA menyebutkan, transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi alokasi modal SCGC, termasuk penguatan struktur permodalan dan realokasi modal untuk mendukung pengembangan bisnis inti serta berbagai inisiatif pertumbuhan strategis.
Baca Juga
SCG Chemicals Divestasi Saham Chandra Asri (TPIA) Senilai Rp 14,10 Triliun, Free Float Naik?
Pasca transaksi, SCGC masih memiliki sekitar 15,71% saham Chandra Asri Group dan tetap menjadi salah satu pemegang saham strategis jangka panjang Perseroan.
Berdasarkan data pemegang saham per 4 Juni 2026, sebelum transaksi berlangsung SCGC tercatat memiliki 26,45 miliar saham atau setara 30,57% saham TPIA. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 29,96 miliar saham atau 34,63%, disusul PT Top Investment Indonesia sebanyak 12,98 miliar saham atau 15%.
Adapun Prajogo Pangestu secara langsung menguasai 4,35 miliar saham atau sekitar 5,03% saham TPIA. Pada saat itu, porsi saham publik tercatat sebesar 14,56%.
Seiring pelaksanaan transaksi tersebut, porsi saham publik meningkat menjadi sekitar 25,7%. Menurut Perseroan, peningkatan free float diharapkan dapat memperluas likuiditas perdagangan saham sekaligus membuka akses yang lebih besar bagi investor domestik maupun internasional untuk berinvestasi di TPIA.
Baca Juga
Mulai 1 Juni 2026 Ekspor SDA Lewat Satu Pintu, Danantara Jamin Kontrak Tetap Aman
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra mengatakan, SCGC merupakan pemegang saham jangka panjang dan mitra strategis yang telah memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan Perseroan.
“Transaksi ini mencerminkan prioritas alokasi modal SCGC dan tidak mengubah arah strategis, tata kelola, maupun komitmen Perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Kami tetap fokus menjalankan agenda transformasi dan rejuvenasi Perusahaan seiring penguatan portofolio bisnis energi, kimia, dan infrastruktur yang kami miliki di Asia Tenggara,” ujar Erwin dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (8/6/2026).
Chandra Asri (TPIA) menegaskan transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan material terhadap pengendalian, struktur tata kelola, manajemen, maupun kegiatan operasional Chandra Asri Group. Setelah transaksi ini, tiga pemegang saham strategis utama Chandra Asri Group, yakni PT Barito Pacific Tbk, SCGC, dan Thaioil Public Company Limited, secara kolektif masih menguasai sekitar 74,3% saham Perseroan.
Baca Juga
Market Cap Emiten Prajogo Hangus Rp 1.924 Triliun dalam 5 Bulan, Terbesar Emiten Ini
Menurut Perseroan, peningkatan free float tidak hanya mendukung pemenuhan ketentuan regulator pasar modal, tetapi juga memperkuat likuiditas saham, meningkatkan daya tarik Perseroan bagi investor, serta mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Chandra Asri (TPIA) juga menegaskan akan terus mengembangkan berbagai peluang pertumbuhan strategis melalui portofolio bisnis yang terintegrasi dengan tetap mengedepankan keunggulan operasional, disiplin pengelolaan modal, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

