IHSG Berpeluang Naik ke 6.200, Tiga Saham Dipimpin DSSA Layak Dicermati Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/6/2026), diproyeksikan berpeluang lanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan 5.850-6.200. Tiga saham DSSA, MBMA, dan DEWA layak dicermati.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, keberhasilan IHSG kembali menembus area psikologis 6.000 membuka peluang lanjutan penguatan selama mampu bertahan di atas area support 5.850–5.900. Adapun area resistance terdekat berada pada kisaran 6.200–6.290.
Pergerakan indeks hari ini akan mencermati sejumlah agenda penting pekan ini, terutama keputusan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia yang akan menjadi penentu arah arus modal, ekspektasi deeskalasi konflik geopolitik, pergerakan Rupiah, serta keberlanjutan momentum rebound IHSG.
Baca Juga
Laju indeks juga akan dipengaruhi lompatan pasar saham Wall Street akhir pekan lalu setelah Dow Jones menguat 0,70%, S&P500 menguat 0,50%, dan Nasdaq naik 0,31%. Lompatan didukung deeskalasi konflik Timur Tengah dan lompatan harga IPO saham SpaceX di perdagangan hari pertama.
Adapun tiga saham pilihan hari ini adalah DSSA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 865-970, MBMA dengan target harga Rp 498-550, dan DEWA dengan target harga Rp 350-380. Sebaliknya saham MAPB direkomendasikan jual.
Pekan lalu, IHSG berhasil ditutup melesat sebanyak 412,89 poin (7,38%) menjadi 6.007 pekan ini. Kenaikan indeks pekan ini ditopang lompatan harga saham big cap, khususnya BBCA dengan penguatan 16,75% dan BMRI dengan kenaikan 9,38%. Kenaikan juga ditopang penguatan harga saham SMMA, DSSA, BREN, BBRI, BRPT, BBNI, TPIA, dan MORA.
Baca Juga
Besok, Rosan Bakal Beberkan Data Investasi dan Prospek Ekonomi RI di Istana
Penguatan IHSG tersebut juga didukung kenaikan hampir seluruh sektor saham, tertinggi kenaikan melanda saham sektor keuangan 9,67%, sektor energi 9,21%, sektor transportasi 9,12%, sektor industri 7,60%, dan sektor material dasar 6,41%.
Meski IHSG mencatatkan rekor kenaikan mingguan, pemodal asing terpantau masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 5,98 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan net sell saham pekan sebelumnya senilai Rp 7,38 triliun.
