IHSG Ngegas 2,10% ke Atas 6.000 di Intraday Sesi I, Saham BBCA hingga TPIA Jadi Penodorong
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/6/2026), kembali sentuh level atas 6.000 setelah catatkan kenaikan 124 poin (2,10%) menjadi 6.010 hingga pukul 10.10 WIB.
Kenaikan tersebut ditopang lompatan seluruh sektor saham dengan kenaikan tertinggi melanda saham sektor material dasar, energi, industry dengan kenaikan lebih dari 3%. Penguatan juga ditopang kenaikan saham sektor consumer primer, keuangan, infrastruktur.
Baca Juga
BEI: Persiapan IPO Saham Tidak Perlu Menunggu Momentum Pasar Ideal
Kenaikan pesat IHSG pagi ini didukung lompatan harga saham big cap, seperti saham BBCA naik 3%, TPIA naik 7%, BRPT naik 5,76%, TLKM naik 2,44%, CUAN naik 6%, dan BREN menguat 4,70%, dan DSSA naik 11%.
Adapun saham dengan kenaikan harga tertinggi dibukukan saham saham CBUT ditutup naik 25% menjadi Rp 580, BUKK menguat 24,84% menjadi Rp 1.005, POLU naik 19,87% menjadi Rp 14.025, TMPO naik 23,81% menjadi Rp 156, saham FORU naik 20,52% menjadi Rp 3.700, dan RISE menguat sebanyak 16,54% enjadi Rp 1505.
Kemarin, IHSG ditutup melemah 16,35 poin (0,28%) menjadi 5.886 dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 252,65 miliar oleh investor asing. Meski dilanda net sell saham, pemodal asing justru merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham BBCA mencapai Rp 387,96 miliar.
Baca Juga
Sekuritas Ini Revisi Naik Rating Saham Bank Jadi Overweight, Saatnya Berburu BBCA dan BBRI?
Penurunan indeks kemarin dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar sebanyak 4,27%, sektor enerig sebanyak 2,12%, consumer non primer 0,57%, dan consumer primer 0,66%. Adapun saham keuangan, property, teknologi, dan kesehatan catatkan kenaikan harga.
BEI juga mencatatkan beberapa saham berikut berhasil torehkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KOPI naik 34,67% menjadi Rp 202, UVCR menguat 34,33% menjadi Rp 180, OILS naik 34,15% menjadi Rp 220, dan TMPO naik 34,04% menjadi Rp 126.
