PANI Bagikan Dividen Rp 90,59 Miliar, Cek Tanggal Cairnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Emiten pengembang properti di bawah naungan Agung Sedayu Group dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), membagikan dividen dari laba bersih Tahun Buku 2025 sebesar Rp 90,59 miliar atau Rp 5 per saham. Pembagian dividen tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 7,4% dan telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Direktur PANI, Yohanes Edmond Budiman, mengatakan pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 12 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 8 Juli 2026.
"Jadi PANI membagikan dividen atas laba bersih Tahun Buku 2025 kepada pemegang saham dengan total Rp 90,59 miliar atau Rp5 per saham yang telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham dengan dividend payout ratio sebesar 7,4%," kata Yohanes dalam paparan publik secara daring, Kamis, (11/6/2026).
Secara kinerja, PANI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,15 triliun sepanjang 2025, meningkat sekitar 83,89% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp 623,9 miliar.
Baca Juga
Pantai Indah Kapuk (PANI) Tetapkan Harga Rights Issue Rp 5.000 per Saham
Untuk 2026, Yohanes mengatakan perseroan tetap akan berfokus pada tiga segmen utama, yakni residensial, komersial, serta komersial landlocked, tanpa memprioritaskan salah satu segmen tertentu untuk mengejar target marketing sales.
"Masing-masing segmen memiliki karakteristik dan basis pelanggan yang spesifik atau khusus. Sehingga strategi kami adalah menjaga keseimbangan penjualan di seluruh segmen tersebut sambil terus menyesuaikan dengan kondisi pasar dan permintaan yang berkembang. Dan per kuartal pertama 2026, marketing sales kami masih berjalan sesuai dengan perencanaan Perseroan," ujar Yohanes.
Ia menambahkan, realisasi penjualan properti setiap kuartal cenderung tidak merata karena dipengaruhi waktu peluncuran produk maupun keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, perseroan tetap menjalankan strategi pemasaran dan pengembangan produk yang telah disusun dengan target marketing sales 2026 sebesar Rp 4,3 triliun.
