Menthobi (MKTR) Incar Pendapatan Rp 1,39 Triliun di 2026, Andalkan Kenaikan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) menargetkan pendapatan sebesar Rp1,39 triliun pada 2026 atau tumbuh sekitar 12% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,24 triliun.
Target tersebut didukung oleh rencana pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) sebanyak 336.400 ton sepanjang 2026. Perseroan memproyeksikan produksi crude palm oil (CPO) mencapai 73.292 ton dan produksi palm kernel (PK) sebesar 15.031 ton hingga akhir tahun.
Manajemen menetapkan asumsi rata-rata harga jual (average selling price/ASP) CPO sebesar Rp14.750 per kilogram pada 2026. Hingga Mei 2026, perseroan masih mencatatkan ASP CPO di atas Rp15.000 per kilogram.
Baca Juga
Net Sell Jumbo Rp 3,12 Triliun di Saat IHSG Melesat, Investor Asing Lanjut Lepas BBRI dan BBCA
Direktur Keuangan & Investasi Menthobi Karyatama Raya Wawan Sulistyawan mengatakan perseroan optimistis industri kelapa sawit nasional akan melanjutkan tren pertumbuhan positif sepanjang tahun ini.
“Kami optimistis bahwa industri kelapa sawit nasional akan melanjutkan pertumbuhan yang positif sepanjang 2026,” ujar Wawan Sulistyawan dalam paparan publik di Wisma Maktour, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, perseroan tetap menjalankan berbagai langkah mitigasi terhadap potensi risiko yang berasal dari dinamika geopolitik global, faktor iklim dan cuaca, termasuk kemungkinan terjadinya El Nino pada awal semester II-2026.
Baca Juga
Di Munas Hipmi, Prabowo: Gunakan Kekayaan untuk Bantu Orang Belum Mampu
Direktur Menthobi Karyatama Raya Bambang Laksanawan menilai El Nino berpotensi menjadi katalis positif bagi harga CPO global. Menurut dia, potensi penurunan pasokan akibat kekeringan dapat mendorong kenaikan harga minyak sawit.
Selain itu, implementasi mandatori B50 diperkirakan memperkuat harga CPO melalui peningkatan permintaan di tengah potensi penurunan pasokan. “Kedua poin itu, kami yakin sekali dapat mendongkrak harga jual,” kata Bambang.
Pada kuartal I-2026, MKTR memproduksi 18.588 ton CPO atau meningkat 15,3% secara tahunan (year on year/yoy). Produksi PK juga naik 13,1% (yoy). Produksi crude palm kernel oil (CPKO) meningkat menjadi 1.619 ton dari 1.536 ton, sedangkan produksi palm kernel oil (PKO) naik menjadi 1.897 ton dari 1.746 ton.
Baca Juga
China Masih Menjadi Pasar Utama Ekspor Tiga Komoditas Strategis yang Diawasi PT DSI
Sejalan dengan peningkatan produksi, pendapatan perseroan tumbuh 20,25% (yoy) menjadi Rp322,80 miliar pada periode Januari-Maret 2026. Laba sebelum pajak penghasilan meningkat 35,6% (yoy) menjadi Rp15,01 miliar, sementara laba bersih naik 40,88% (yoy) menjadi Rp8,73 miliar.
Hingga Mei 2026, perseroan telah memproduksi 32.598 ton CPO atau setara 42% dari target produksi tahunan sebesar 73.292 ton.
