Di Tengah Tantangan La Nina, Laba Menthobi Karyatama Raya (MKTR) Naik 105% pada Kuartal III 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) meraih kinerja positif pada kuartal ketiga 2025. Di tengah tantangan iklim yaitu La Nina, perusahaan investasi yang menerapkan best practices di industri agribisnis dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan yang ramah lingkungan ini mencatatkan kenaikan angka signifikan pada pos pendapatan hingga laba bersih.
”Seperti diketahui bersama, La Nina merupakan salah satu tantangan terberat agribisnis termasuk sektor industri perkebunan kelapa sawit pada tahun 2025. Meski begitu, penuh rasa syukur MKTR masih dalam performa yang positif dan pencapaian ini tidak terlepas dari implementasi kebijakan strategis dari manajemen Perseroan yang telah membuahkan hasil,” ucap Head of Corporate Communication MKTR Anindito Wicaksono dalam siaran pers dikutip Senin (17/11/2025).
Pada kuartal ketiga 2025, pendapatan MKTR meningkat sebesar 27% menjadi sebesar Rp 879,114 miliar dibandingkan Rp 693,764 miliar pada kuartal ketiga 2024. Peningkatan penjualan ini didorong oleh sales volume minyak inti sawit mentah (Crude Palm Kernel Oil/CPKO) yang melesat 207% disebabkan Kernel Crushing Plant (KCP) yang sudah beroperasi penuh pada 2025.
Baca Juga
Menthobi Karyatama Raya Genjot Prinsip Keberlanjutan Melalui Inovasi
KCP adalah fasilitas produksi milik MKTR yang investasi pembangunannya sudah mulai dilakukan pada 2023 dan efektif beroperasi pada sekitar pertengahan 2024. Aktivitas KCP di antaranya adalah mengolah Kernel atau biji buah sawit yang merupakan sisa hasil pengolahan CPO menjadi CPKO.
Selain itu, penjualan MKTR juga didorong oleh peningkatan volume penjualan CPO yang meningkat 3% dibandingkan tahun lalu. Kemampuan MKTR untuk tetap meningkatkan produktivitas di tengah tantangan yang terjadi pada 2025 juga didukung dengan terjadinya kenaikan harga jual CPO sekitar 13% dan harga jual CPKO yang naik sebesar 41% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba kotor MKTR pada kuartal ketiga 2025 tercatat naik sebesar 51% menjadi Rp 124,484 miliar dibandingkan Rp 94,946 miliar pada kuartal ketiga 2024. Adapun EBITDA MKTR tumbuh sebesar 49% dari Rp 82,638 miliar pada kuartal ketiga 2024 menjadi Rp 124,963 miliar pada kuartal ketiga 2025.
Demikian juga dengan rasio-rasio pertumbuhan dan likuiditas MKTR pada kuartal ketiga 2025 secara umum mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Hasilnya, laba bersih MKTR yang merupakan bagian dari Maktour Group ini melesat 105% menjadi Rp 36,783 miliar pada kuartal ketiga 2025 dibandingkan Rp 17,919 miliar pada kuartal ketiga 2024.
Baca Juga
Pemerintah Diharapkan Terapkan Model Ekosistem Sawit Demi Majukan Pertanian Nasional
Sejalan dengan kinerja positif hingga kuartal ketiga, pendapatan MKTR untuk tahun buku 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,2 triliun, atau tumbuh 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Estimasi ini mencerminkan prospek pertumbuhan yang berkelanjutan dan stabilitas fundamental bisnis perusahaan.
Anindito menambahkan pencapaian positif ini juga didukung oleh implementasi prinsip keberlanjutan dalam tata kelola perusahaan baik di level kantor pusat maupun area operasional di perkebunan dan pabrik. Selain menerapkan zero waste management, MKTR melalui anak usaha yaitu PT Menthobi Hijau Lestari (MHL) adalah pionir pupuk organik granul dari produk samping (limbah) kelapa sawit.
”Kebijakan di MKTR yang dilandasi keyakinan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan yang ramah lingkungan dan dampak sosial yang baik pada akhirnya akan berkontribusi positif terhadap kinerja bisnis secara berkelanjutan. Membentuk ekosistem yang saling mendukung termasuk di tengah tantangan seperti terjadinya La Nina pada tahun ini," katanya.

