IHSG Perkasa Naik 2,45% Pagi Ini, Sejumlah Sentimen Ini Jadi Penopang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Hingga pukul 11.00 WIB, IHSG telah melesat sebanyak 140 poin (2,45%) menjadi 5.886. Kenaikan terdorong penguatan saham big cap, khususnya saham bank papan atas.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan sampai penutupan, meskipun sempat bergerak volatil pada awal perdagangan. “Pergerakan IHSG masih berpeluang menguat meskipun ada peluang terkoreksi akibat adanya profit taking beberapa saham,” kata Herditya Wicaksana kepada investortrust.id, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga
Saham Bank Perkasa Dimotori BBNI dan BBCA, Intip Kembali Target Harga Ini
Menurut Herditya, penguatan IHSG didukung oleh membaiknya nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp 17.957 per dolar AS. Selain itu, rencana buyback saham oleh sejumlah emiten perbankan juga masih menjadi sentimen positif yang menopang pergerakan pasar.
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama menilai kenaikan IHSG pagi ini dipicu kombinasi beberapa faktor, mulai dari sentimen buyback saham BUMN hingga respons positif pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia.
“Selain sentimen positif terkait rencana buyback saham BUMN yang meningkatkan market sentiment, pasar juga merespons positif penguatan rupiah dan langkah BI menaikkan suku bunga yang dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pasar keuangan,” ujar Elandry kepada investortrust.id, Rabu (10/6/2026).
Technical Rebound
Menurut Elandry, setelah mengalami koreksi yang dalam beberapa waktu terakhir, banyak saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan dan BUMN, mengalami technical rebound sehingga mendorong meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.
Baca Juga
Meski demikian, Elandry mengingatkan bahwa penguatan yang terjadi saat ini masih lebih mencerminkan relief rally atau perbaikan sentimen jangka pendek.
Ia menilai keberlanjutan tren kenaikan IHSG masih memerlukan dukungan masuknya dana asing yang lebih konsisten, stabilitas nilai tukar rupiah, serta dukungan dari data ekonomi dan kinerja emiten.
“Agar tren naik bisa berlanjut lebih kuat, pasar masih perlu melihat masuknya dana asing yang lebih konsisten, stabilitas rupiah, serta dukungan dari data ekonomi dan kinerja emiten. Jadi peluang rebound masih ada, namun volatilitas pasar juga masih perlu diwaspadai,” kata Elandry.

