Dasco Minta BUMN Buyback, Saham BBRI hingga BBNI Langsung Ngacir Dongkrak IHSG 4%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendorong emiten BUMN untuk menggelar pembelian kembali (buyback) saham. Hal tersebut menjadi pembahasan utama saat bertemu dengan sejumlah direktur utama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Ketua Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Dasco mengatakan buyback saham BUMN menjadi salah satu opsi yang dibahas karena kinerja sejumlah emiten BUMN dinilai masih menunjukkan fundamental yang kuat. “Saat berdiskusi bagaimana kemudian pada kesempatan yang tepat menurut saya, kita buyback atau membeli kembali saham-saham di pasar saham,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga
Rupiah Bergerak Menguat, Seiring Meredanya Serangan Iran ke Israel
Berita tersebut direspons positif pasar yang ditunjukkan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 211 poin (3,96%) menjadi 5.552 hingga pukul 11.28 WIB. Kenaikan didorong penguatan seluruh sektor saham.
Berita positif tersebut juga membuat saham bank Himbara rebound jelang penutupan sesi I hari ini, yaitu saham BBRI naik 5,02%, saham BMRI menguat 4,04%, saham BBNI naik 5,65%, BBTN naik mencapai 8,57%, dan BRIS menguat 5,57%. Kenaikan juga melanda saham TLKM sebanyak 9,79%.
Menurut Dasco, wacana buyback muncul seiring dengan kondisi kinerja saham BUMN yang dinilai masih baik. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan pada momentum yang tepat.
Selain melibatkan Himbara, Dasco menyebut kemungkinan pelaksanaan buyback juga dapat melibatkan Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen.
Baca Juga
Sementara itu, Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan menegaskan kondisi fundamental perbankan anggota Himbara saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik.
Ia menjelaskan rata-rata pertumbuhan kredit bank-bank Himbara berada di kisaran 20%, sementara pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai sekitar 20% hingga 30%.
Selain itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada kisaran 88% hingga 90%, sedangkan loan loss reserve dan credit cost tetap terjaga. Adapun rata-rata rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat di bawah 2%. “Dapat kami sampaikan, saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa,” kata Putrama.

