PGEO Ungkap Target Kenaikan Volume Produksi Ini di 2025, Sahamnya Langsung Ngacir
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) mencatatkan kinerja apik sepanjang tahun 2024. Hal ini ditunjukkan peningkatan volume produksi sebanyak 2% dari 4,735 gigawatt hour (GwH) menjadi 4,817 GwH sampai akhir 2024. Sedangkan saham PGEO hari ditutup melesat 10,77% ke level tertinggi baru terhitung sejak 4 November 2024.
Manager Investor Relations PGE Ronald Andre Hutagalung mengatakan, kinerja positif tersebut memperkuat optimisme PGEO terhadap kenaikan volume produksi tahun 2025 ini mencapai 4,930 GwH.
Baca Juga
PGEO Sebut Sumatera Punya Cadangan Panas Bumi Terbesar di Indonesia, Capai 9,6 GW
“Peningkatan tersebut memperhitungkan penambahan kapasitas 55 megawatt (MW) dari Lumut Balai Unit 3. Unit ini diharapkan menambah sekitar 2,12% menjadi 4,930 GwH,” ungkap Ronald Andre dalam acara Pertamina Geothermal Energy-Investortrust Youth Seminar Financial Literacy, Kamis (15/5/2025).
Sementara itu, guna mencapai target kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 1 GW, perseroan telah mengalokasikan belanja modal (capex) hingga US$ 3,324 miliar hingga 2029.
Lebih lanjut, Ronald memaparkan, dari sisi sustainability dan emission intensity tahun lalu mencapai 4 kilogram (kg) per megawatt hour (MwH). Ankga tersebut jau di bawah penggunaan batu bara yaitu sekitar 1.000 kg per ton CO2.
“Emission avoidance itu lebih dari 4 juta ton CO2. Ini equivalent dibandingkan dengan 900 mobil di jalanan. Kemudian eagle conservation sekitar 374. Dan untuk menilai ESG rating kita mencapai 7,1 atau negative risk, ini termasuk yang terbaik di dunia,” terang dia.
Baca Juga
Panas Bumi Bisa Sumbang Rp 1.000 Triliun ke PDB, Ini Gebrakan PGEO Kuasai Pasar
Terkait kinerja keungan, PGEO catatkan pertumbuhan pendapatan 0,2% atau flat level US$ 407 juta dengan laba bersih lebih dari US$ 160 juta, dan EBITDA mencapai US$ 324 juta dolar, dan gearing ratio 0,36x, dan cost of fund di 3,7%.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/5/2025), saham PGEO mendadak ditutup melesat Rp 105 (10,77%) menjadi Rp 1.080. Harga tersebut naik 15,5% dari penutupan akhir 2024 level Rp 935.

