Waspadai Penurunan IHSG Berlanjut, Sebaliknya Saham ADMR dan MSIN Layak Dilirik Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/6/2026), diprediksi lanjutkan tekanan dengan rentang pergerakan 5.200-5.600. Dua saham ADMR dan MSIN layak direkomendasikan beli hari ini.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan terhadap laju indeks hari ini, seiring koreksi tajam pada saham-saham teknologi global yang menekan indeks Nasdaq dan KOSPI. Dari domestik, pelemahan cadangan devisa yang turun selama lima bulan berturut-turut menjadi US$ 144,9 miliar turut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas nilai tukar dan aliran modal asing.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi peluang pelemahan rupiah yang bertahan di atas Rp 18.150 per dolar AS, sehingga menjadi risiko utama bagi pasar, terutama jika diikuti berlanjutnya arus keluar dana asing. Di sisi lain, eskalasi kembali konflik Iran–Israel meningkatkan ketidakpastian global dan berpotensi mempertahankan sentimen riskoff di IHSG.
Baca Juga
Laju indeks juga akan dipengaruhi rebound pasar saham Wall Street semalam setelah S&P500 menguat 0,30% dan Nasdaq naik 0,86%. Sebaliknya indeks Dow Jones melemah 0,16%.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ADMR dengan target harga Rp 1.500-1.565 dan MSIN dengan target harga Rp 620-680. Sebaliknya saham TLKM dan SUPA direkomendasikan jual.
Kemarin IHSG ditutup anjlok sebanyak 252,62 poin (4,52%) menjadi 5.342 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 447,05 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 489,11 miliar, BBRI mencapai Rp 298,49 miliar, dan TLKM Rp 135,96 miliar.
Baca Juga
Penurunan indeks juga dipicu kejatuhan saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Kejatuhan saham TLKM hingg 14,86%, MORA jatuh 7,02%, MLPT 9,42%, BRPT sebanyak 6,42%.
Sebaliknya saham dengan penguatan pesat hari ini, yaitu saham GRIA naik 27,27% menjadi Rp 168, ASPR naik 24,63% menjadi Rp 167, TPIA naik 22,99% menjadi Rp 1.605, PSDN anik 20,59% menjadi Rp 123, dan CTBN naik 19,68% menjadi Rp 7.450.

