Bursa Karbon Diluncurkan Besok, Saham Kencana Energi (KEEN) Memasuki Babak Baru
JAKARTA, Investortrust.id – Presiden Joko Widodo akan meluncurkan bursa karbon besok, Selasa (26/9/2023). Kehadiran bursa karbon tersebut diprediksi berimbas positif terhadap sejumlah emiten.
RHB Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebutkan kehadiran bursa karbon akan berdampak positif terhadap sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) dan PT SLJ Global TBk (SULI) dari sektor kehutanan.
Baca Juga
Jokowi Luncurkan Bursa Karbon Pekan Depan, Ada 4 Mekanisme Perdagangan dan 2 Produk
Bursa karbon juga akan berdampak positif terhadap emiten sektor energi seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN).
Sedangkan emiten yang paling diuntungkan adalah saham Kencana Energi (KEEN) dengan rekomendasi buy dan target harga Rp 1.380.
Kencana Energi menguasai kapasitas pembangkit listrik ramah lingkungan sebanyak 65 MW, yaitu sebanyak 59 MW pembangkit listrik tenaga air, sebanyak 5 MW biomass, dan 1,4 MW pembangkit listrik tenaga surya.
Baca Juga
Perseroan juga tengah menjajaki pengengembangan dua pembangkit listrik tenaga air di Sumatera Utara dengan target kapasitas 35 MW dengan target Pembangunan tahun 2024 dan sebanyak 75 MW pembangkit listrik di Sulawesi dengan target konstruksi tahun 2025.
“Kami meyakini bahwa perseroan dapat menambah proyek-proyek pembangkit listrik lagi dalam beberapa tahun mendatang, menyusul potensi yang masih besar di Indonesia,” terangnya.
Kencana Energy telah memiliki sertifikat energi ramah lingkungan. Sedangkan Tokyo Electric Power telah mengakuisisi sebanyak 25% saham KEEN tahun lalu. Masuknya pembangkit tersebut memperbesar potesni pertumbuhan ke depan.
Baca Juga
Tenan Lanjutkan Pertumbuhan, Saham Mitratel (MTEL) Kian Menarik
Berdasarkan data, setial 1 MW pembangkit listrik tenaga air dapat memproduksi sebanyak 3.300 kredit karbon. “Kami memperkirakan dengan kapasitas pembangkit listrik tenaga air KEEN mencapai 59 MW, perseroan dapat mengurangi emisi karbon mencapai 194.700 ton per tahun. Dengan demikian, eprseroan berpotensi meraup keuntungan senilai US$ 389-778 ribu dari penjualan karbon kredit,” terangnya.
Sedangkan Pertamina Geothermal (PGEO) berpotensi mendapatkan tambahan pendapatan bernilai US$ 747 ribu dari penjualan karbon kredit. “Dengan potensi pengembangan ke depan dan kenaikan harga karbon kredit, kami memperkirakan laba bersih perseroan bakal bertumbuh pesat,” terannnya.

