IHSG Dibuka Naik Tipis 0,11%, Saham TPIA Rebound
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/6/2026), dibuka naik tipis 6,71 poin (0,11%) menjadi 5.846. Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang melemah.
Adapun nilai tukar rupiah kembali lanjutkan pelemahan pada perdagangan pagi ini. Nilai tukar rupiah melemah sebanyak Rp 7 menjadi Rp 18.052. Rupiah juga melemah terhadap mata uang lainnya, seperti Euro.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham, Ada HMSP hingga MNCN
Kenaikan indeks didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti energi, material dasar, konsumer primer, konsumer non primer, dan properti. Sisanya catatkan penurunan.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham PNSE naik 13,46% menjadi Rp 590, MGNA menguat 10,53% menjadi Rp 84, dan ENZO naik 10,53% menjadi Rp 63. Kenaikan pesat juga landa TPIA sebanyak 10,18% menjadi Rp 1.530.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 101,29 poin (1,70%) menjadi 5.839 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor asing senilai Rp 1,27 triliun. Net sell terbanyak kembali melanda saham BBCA Rp 475,51 miliar, BBRI senilai Rp 451,67 miliar, dan TPIA mencapai Rp 257,51 miliar.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Dapat Suntikan Dana Rp 361 Miliar dari BRI, Buat Apa?
Penurunan indeks juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti industri anjlok 4,07%, konsumer non primer 2,36%, sektor properti 3,28%, sektor keuangan 2,04%, dan sektor konsumer primer 1,48%.
Kejatuhan tersebut juga dipicu penurunan signifikan saham big cap, TPIA, BRPT, MORA, INTP, DSSA, hingga INTP. Bahkan saham big cap, seperti BBNI anjlok lebih dari 4%, BBRI anjlok lebih dari 3%, adapun BMRI dan BBCA turun nyaris 2%. Sebaliknya saham ESTI naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,58% menjadi Rp 144 dan MSIN cetak ARA 24,45% menjadi Rp 570.

