Top! IHSG Akhirnya Tembus Level 7.011, Tertinggi Dalam 10 Bulan
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/9/2023), akhirnya ditutup di atas level 7.000, tepatnya 7.011. Penutupan tersebut menjadikan level tertinggi IHSG terhitung sejak 5 Desember 2022.
Level tersebut dicapai setelah indeks bergerak di zona hijau sepanjang hari ini dengan penguatan 31,36 poin (0,45%) menjadi 7.011,68. IHSG bergerak dalam rentang 6.980,32-7.46,48 dengan nilai transaksi Rp 9,61 triliun.
Baca Juga
Valuasi IPO Saham Barito Renewables (BREN) di Atas PGEO, Pilih PGEO atau BREN?
Penguatan indeks ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor saham konsumer primer 1,22%, saham sektor keuangan 1,05%, sektor transportasi 0,96%, sektor konsumer non primer 0,56%, dan sektor teknologi 0,52%.
Sebaliknya sektor saham yang mencatatkan pelemahan terdiri atas saham sektor material dasar terkoreksi 0,32%, sektor Kesehatan 0,29%, sektor energi 0,04%, dan sektor infrastruktur 0,17%.
Baca Juga
Tak Ada Recall ESAF Honda, Saatnya Belanja Saham Astra (ASII)
Saat indeks mencapai level 7.011, kedua saham ini cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Golden Flower Tbk (POLU) ditutup naik Rp 130 (24,76%) menjadi Rp 655 dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik hingga ARA Rp 118 (25%) menjadi Rp 590.
Penguatan juga melanda saham PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) sebanyak Rp 21 (28%) menjadi Rp 96, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melesat Rp 480 (24,24%) menjadi Rp 2.460, dan PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) naik Rp 85 (16,50%) menjadi Rp 600.
Baca Juga
Sebaliknya pelemahan melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID), PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA), PT Kota Satu Properti Tbk (SATU), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), dan PT Jebo Cable Company Tbk (JECC).

