Go Private, META Harap Publik Lepas Saham saat Tender Offer
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan jalan tol Grup Salim, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berharap pemegang saham publik mendukung rencana Perseroan go private, sekaligus voluntary delisting atau penghapusan pencatatan saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Dengan ini kami melakukan keterbukaan informasi terkait rencana perseroan untuk go private dan delisting,” papar Direktur Utama META, M Ramdani Basri saat paparan publik Kamis, (23/11/2023).
Terkait rencana tersebut, perseroan akan meminta restu pemegang saham dengan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luara Biasa (RUPSLB).
Baca Juga
Proses Delisting Emiten Tol Grup Salim (META) Rampung April 2024, Ini Jadwal Lengkapnya
“Sebenarnya, kondisi (kinerja) kami ini sedang tumbuh. Namun kita menawarkan kepada pemegang saham untuk bisa melepas sahamnya (saat tender offer),” ujar dia.
Lebih lanjut, Ramdani menjelaskan, alasan pertama perseroan keluar dari bursa karena Perseroan tidak memiliki rencana setelah melakukan penggalangan dana atau capital raising dari pasar modal.
“Penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue kami lakukan pada 2010 dan 2018, sejak itu kami tidak melakukan penggalangan dana lagi,” tuturnya.
Baca Juga
Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga LPG Non Subsidi, Begini Rinciannya
Berikutnya, kata dia, kinerja keuangan per 30 Juni 2023 dan September 2023 perseroan masih mengalami kerugian.
Alasan ketiga, Ramdani menegaskan, perseroan tidak memberikan dividen kepada pemegang saham setelah tahun 2018. “Karena kita tahu banyak proyek-proyek yang harus kita akuisisi atau kita kembangkan, sehingga ini merugikan dan memberatkan bagi para pemegang saham,” ungkapnya.
Terakhir, perseroan merencanakan pengembangan di anak usaha jalan tol yang membutuhkan dana besar (capital intensive) dan karakteristik usaha tersebut membutuhkan periode yang lama untuk imbal balik.
Alhasil, kondisi ini akan menambah jangka waktu lebih panjang untuk memberikan dividen kepada pemegang saham.
“Nah, ini dasar dasar pemikiran sebetulnya mengapa kita melakukan go private atau delisting,” tandas dia. (CR-5)

