Go Private, META Sebut Tender Offer Rp 250 Premium 34% di Atas Rata-Rata Harga Saham
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan jalan tol milik Grup Salim, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mendapat restu go private sekaligus voluntary delisting dari pemegang saham, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar, Selasa (19/12/2023).
Seiring rencana voluntary delisting atau keluar dari Bursa Efek Indonesia, RUPSLB telah memutuskan harga penawaran tender saham META senilai Rp 250 per saham, sehingga Perseroan bersiap mengekseksi tahap selanjutnya.
Head of Corporate Communication & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk, Indah D.P. Pertiwi mengatakan, harga penawaran tender sebesar Rp 250 per saham merupakan harga premium 34%, lebih tinggi dari harga rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir.
Baca Juga
Proses Delisting Emiten Tol Grup Salim (META) Rampung April 2024, Ini Jadwal Lengkapnya
“Para pemegang saham yang setuju dan ingin menjual sahamnya dapat lanjut ke tahapan tender sesuai harga yang ditawarkan”, urai Indah dikutip dari keterangan resmi, Rabu (20/12/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Manajemen META menyabut siap menyambut kehadiran GIC Ventures, salah satu investor yang dikelola oleh Pemerintah Singapura sebagai bagian untuk memperkuat bisnis Perseroan.
Sebagaimana diketahui, GIC Ventures melalui anak usahanya Warrington Investment Pte. Ltd. (WIPL) dibentuk dan didirikan di Singapura yang merupakan anak perusahaan di bawah naungan Kementerian Keuangan yang memiliki dan mengelola aset Pemerintah Singapura.
Baca Juga
Ternyata! Ini Alasan Nusantara Infrastructure (META) Hengkang dari Bursa Saham
“Dengan masuknya GIC, maka utang akuisisi 40% pembelian saham Jalan Layang MBZ akan segera dilunasi. Setelah ini, MUN akan memulai ekspansi membangun salah satu proyek terbesar dan prestigious di Jakarta yakni Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami dengan investasi senilai Rp 21 triliun. Ke depan, MUN akan menjadi perusahaan tol yang terus berkembang untuk melakukan pembangunan dan akuisisi berbagai project besar jalan tol di Indonesia,” imbuhnya.
Sebagai informasi, terdapat tiga agenda yang diambil keputusannya dalam RUPSLB ini, yang pertama persetujuan atas rencana penambahan modal oleh perusahaan terkendali Perseroan yakni PT Margautama Nusantara (MUN), yang mengakibatkan laporan keuangan MUN tidak lagi dikonsolidasi oleh Perseroan.
Kedua, persetujuan atas rencana perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (Go Private). Dan yang ketiga, persetujuan atas perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan Rencana Go Private termasuk terkait dengan perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup dan perubahan nama Perseroan.
“Ketiga agenda tadi telah disetujui pemegang saham yang hadir dalam RUPSLB pada 19 Desember 2023,” pungkas Indah.

