CFTC: Perdagangan 24/7 Cocok untuk Kripto, Belum Tentu bagi Instrumen Investasi Lainnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat atau Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menilai model perdagangan 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu (24/7) yang semakin populer di industri aset digital belum tentu sesuai diterapkan pada seluruh kelas aset di pasar keuangan tradisional.
Dalam surat yang diterbitkan kepada bursa dan lembaga kliring yang berada di bawah pengawasannya pada Jumat (29/5), CFTC menyatakan bahwa perbedaan karakteristik antar pasar membuat penerapan perdagangan tanpa henti tidak dapat disamaratakan.
“Karena perbedaan inheren antara pasar yang mendasarinya, beralih ke perdagangan dan kliring 24/7 mungkin saat ini tidak cocok untuk semua kelas aset,” tulis regulator tersebut dilansir dari Coindesk, Sabtu (30/5/2026).
CFTC mengakui bahwa perkembangan teknologi, termasuk jaringan blockchain, infrastruktur terdesentralisasi, stablecoin, aset kripto, serta akses perdagangan melalui aplikasi ponsel, telah memungkinkan semakin banyak platform menawarkan layanan perdagangan 24/7 bagi investor ritel maupun institusi.
Namun, regulator menilai sejumlah pasar tradisional, khususnya derivatif komoditas pertanian, memiliki karakteristik yang berbeda sehingga kurang cocok untuk sistem perdagangan tanpa jeda. Faktor seperti basis pelanggan yang spesifik, sifat regional, serta praktik lindung nilai (hedging) yang khas menjadi pertimbangan utama.
Baca Juga
Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Kripto Asia Tenggara, Ini Faktor Pendorongnya
Selain itu, CFTC mengingatkan bahwa perluasan jam perdagangan berpotensi menimbulkan sejumlah risiko pasar. Menurut regulator, aktivitas di luar jam perdagangan utama dapat menyebabkan likuiditas menurun, volatilitas meningkat, spread bid-ask melebar, serta membuka peluang lebih besar bagi manipulasi pasar.
Karena itu, CFTC meminta bursa dan lembaga kliring untuk memperkuat sistem pengawasan serta menerapkan langkah-langkah kepatuhan tambahan apabila berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 24/7.
Pernyataan tersebut muncul pada hari yang sama ketika CFTC memberikan persetujuan penting bagi platform kripto untuk menawarkan kontrak berjangka perpetual (perpetual futures), sebuah langkah yang dipandang sebagai sinyal dukungan regulator terhadap inovasi di sektor aset digital.
Baca Juga
Perusahaan Kripto FalconX Siapkan IPO, Gandeng Bankir Wall Street
Di bawah kepemimpinan Ketua CFTC, Mike Selig, lembaga tersebut diketahui semakin terbuka terhadap teknologi baru, termasuk kripto dan pasar prediksi. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah Presiden Donald Trump yang mendorong pengembangan industri aset digital di Amerika Serikat.
Sementara itu, Coinbase menyambut perkembangan tersebut. Dalam unggahan blog terbarunya, perusahaan menyatakan tengah membangun kembali layanan keuangan tradisional di atas infrastruktur kripto.
Coinbase menegaskan bahwa pasar saham, kontrak berjangka, dan pasar prediksi di platformnya telah beroperasi selama 24 jam penuh setiap hari. Dengan izin terbaru dari CFTC, perusahaan kini dapat menambahkan perdagangan derivatif kripto global ke dalam lini bisnisnya yang tersedia tanpa henti.

