Dua Sekuritas Kompak Rekomendasikan Beli PGEO, Target Harga Tembus Rp1.540
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – KB Valbury Sekuritas Research atau KBVS Research dan MNC Sekuritas memilih untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), seiring berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan di kuartal I-2026. Target harga tersebut juga mempertimbangkan berlanjutnya ekspansi kapasitas pembangkit.
KBVS Research merekomendasikan beli saham PGEO dengan target harga Rp 1.100 per saham. Dalam risetnya, KBVS Research menyebut pendapatan PGEO pada kuartal I-2026 mencapai US$116,56 juta atau tumbuh 14,82% secara tahunan (year on year/YoY) atau sejalan dengan estimasi KBVS maupun konsensus pasar. Angka ini mencerminkan 25,8% dari proyeksi setahun penuh 2026.
Pertumbuhan pendapatan didukung kenaikan produksi listrik dan uap konsolidasi sebesar 15,22% YoY menjadi rekor tertinggi 1.370 GWh. Blended capacity factor meningkat 430 basis poin menjadi 90,77%. Peningkatan produksi didorong kontribusi penuh Lumut Balai Unit 2 yang mulai beroperasi komersial pada Juni 2025, serta utilisasi yang lebih tinggi di wilayah Kamojang dan Ulubelu.
Baca Juga
Catat Efisiensi Energi 90.502 MWh, PGE (PGEO) Perkuat Jalan Menuju 'Net Zero'
Dari sisi profitabilitas, laba bruto PGEO naik 15,14% YoY menjadi US$67,57 juta dengan gross profit margin (GPM) relatif stabil di level 57,97%. EBITDA tercatat naik 15% YoY menjadi US$96,54 juta dengan margin EBITDA mencapai 82,82%. Laba bersih PGEO melonjak 40,02% YoY menjadi US$43,90 juta. “Kinerja tersebut mencapai 28,5% dari estimasi KBVS dan 27,6% dari konsensus proyeksi laba bersih tahun penuh 2026,” tulis KBVS.
Ke depan, terang KBVS, PGEO dinilai memiliki jalur ekspansi agresif untuk meningkatkan kapasitas panas bumi hingga mendekati 1 GW pada 2028. Sejumlah proyek utama yang tengah dikembangkan antara lain Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW dengan target operasi komersial pada 2028.
Selain itu, PGEO mengembangkan program co-generation hingga 230 MW di beberapa lokasi dengan target COD 2028–2033, proyek Gunung Tiga 2x27,5 MW pada 2029–2030, serta Lumut Balai Unit 3 dan 4 masing-masing berkapasitas 55 MW pada 2029 dan 2032.
Begitu juga dengan MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PGEO dengan target harga Rp 1.540 per saham. Target harga ini mempertimbangkan kinerja keuangan kuartal I-2026 perseroan yang telah sesuai dengan target.
Baca Juga
Laba PGE (PGEO) Melejit 40% Ditopang Margin Tinggi dan Kenaikan Produksi
Target harga tersebut merefleksikan valuasi EV/EBITDA tahun ini sebesar 7,6x dan didukung pendapatan berulang yang dinilai resilien, capacity factor yang tinggi, serta visibilitas pertumbuhan jangka panjang yang kuat dari basis sumber daya panas bumi sekitar 3 GW.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan sejumlah ekspansi PGEO ke depan. Di antaranya, perseroan menargetkan ekspansi kapasitas terpasang hingga sekitar 988 MW pada 2028 dari posisi saat ini sebesar 727 MW. Perseroan juga membidik kapasitas mencapai sekitar 1,8 GW pada 2033.
Target ekspansi tersebut akan ditopang sejumlah proyek pengembangan panas bumi, termasuk Hululais, Lahendong, Ulubelu, Lumut Balai, serta proyek co-generation berkapasitas sekitar 230 MW.
Selain pengembangan panas bumi, PGEO juga dinilai tengah bertransformasi menjadi perusahaan energi hijau terintegrasi. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan green hydrogen, Geothermal Green Data Center, teknologi Flow2Max, serta inisiatif PGE Labs.
