Hashim Sebut Program Internet Rakyat Surge Jadi Game Changer Ekonomi Indonesia
JAKARTA, Investortrust.id – Dewan Pemegang Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge (WIFI), Hashim Djojohadikusumo, menyebut program Internet Rakyat (IRA) berpotensi menjadi game changer bagi perekonomian nasional.
Menurut Hashim, inisiatif internet murah tersebut dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan akses digital masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mahasiswa, serta tenaga pendidik.
Baca Juga
IRA Internet Rakyat Meluncur, Surge (WIFI) Tawarkan Internet 100 Mbps Rp 100.000
“Ini bisa merupakan game changer dan menurut saya ini adalah salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Hashim dalam sambutannya pada peluncuran IRA (Internet Rakyat) yang digelar secara serentak di Regional-1 di Kantor Surge, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerataan akses internet berbiaya rendah berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Mengacu pada sejumlah studi, peningkatan penetrasi internet disebut memiliki korelasi positif terhadap kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB).
“Sudah terbukti, ada laporan yang dibuat oleh McKinsey setiap 10% populasi satu negara yang bisa dapat internet yang murah, efisien, dan terjangkau, bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi 0,7 sampai 1,3% setiap tahun,” ujarnya.
Baca Juga
Target Harga Saham Surge (WIFI) Direvisi Naik, Begini Perhitungannya
Hashim juga menyoroti target awal implementasi program Internet Rakyat yang mencakup sekitar 5 juta pelanggan pada tahun ini dengan potensi ekspansi lebih lanjut. “Surge sudah siap tahun ini untuk memasang 5 juta pelanggan tapi nanti kalau bisa 10 juta,” katanya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Hashim menilai keterjangkauan harga layanan internet menjadi faktor penting. Ia menyebut layanan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps tanpa batas kuota ditawarkan dengan harga setara sekitar tiga bungkus rokok. “Dengan kecepatan 100 Mbps, hanya 3 bungkus rokok,” ujar Hashim.
Menurut dia, pengembangan infrastruktur internet murah juga perlu terintegrasi dengan sektor lain seperti perumahan, hilirisasi industri, dan pengembangan kawasan ekonomi guna memperkuat dampak pertumbuhan.
Baca Juga
AEI: Turbulensi Global Jadi Uji Ketahanan Nyata Emiten di Pasar Modal
Sebagai informasi, Surge melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama (Telemedia), resmi meluncurkan IRA dengan menawarkan layanan internet fixed broadband berkecepatan hingga 100 Mbps mulai Rp100.000 per bulan.
Dalam implementasi Regional-1, infrastruktur IRA saat ini didukung lebih dari 550 site aktif per 26 Mei 2026 dan 3.189 radio units yang telah terinstal dan beroperasi di lebih dari 82 kota dan kabupaten di Jawa, Maluku, dan Papua.

